7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Cindy, Foto : Instagram @misscindy_prasetya
Dream - Kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Butuh perjuangan panjang. Itu pula yang dialami oleh Cindy Prasetya.
Dulu, dia tidak punya apa-apa. Cindy bahkan sering disepelekan oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.
" Saya punya pengalaman hidup sebagai orang yang tidak punya apa-apa. Saya punya pengalaman tidak enak sekali ketika berada di titik bawah, direndahkan dan disepelekan," ujar Cindy dikutip dari Kapanlagi.com.

Untuk sekolah Cindy, orangtuanya harus berutang. Cindy harus membantu jualan gado-gado orangtuanya untuk membayar utang.
" Utang ibukku numpuk banyak akhirnya membuatku kerja untuk melunasinya," tutur Cindy.
Pengalaman itu membuat pemilik brand skincare KF Skin bertekad menjadi sukses. Mimpinya akhirnya terwujud setelah punya beragam bisnis, mulai dari skincare hingga toko emas.
" Jadi ketika di bawah dulu aku bercita-cita ingin bisa jadi orang sukses sehingga bisa bantu banyak orang," tuturnya.
Setelah meraih kesuksesan, Cindy tidak melupakan masa lalunya. Dia menyisihkan 50 persen penghasilan tiap bulan untuk berbagi dan melakukan kegiatan amal.
" Sebenarnya sudah beramal sejak sebelum punya brand, tapi ketika punya brand berbagi saya naik drastis," kata dia.
" Saya mau buat 17 masjid dan juga mengadakan 300 bedah rumah. Pokoknya ke depan bagaimanapun saya nanti 50% kehidupan saya untuk berbagi. Selebihnya untuk keluarga dan diri saya sendiri," tambah Cindy.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?