Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Popi Dian Hartini Bersama Para Pegawainya. / Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @popidianhartini
Dream - Merintis karir hingga menduduki jabatan tinggi adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Sudah dipastikan hidupnya terjamin dari segi finansial.
Tetapi tidak semuanya seperti itu. Ada juga yang suka tantangan dan mau belajar hal baru. Seperti Popi Dian Hartini, wanita berhijab ini rela meninggalkan posisi Agency Director di sebuah perusahaan asuransi demi ketenangan hati.
Padahal, sebelumnya ia telah meraup Rp70 juta setiap bulan dari penghasilannya sebagai seorang karyawan asuransi.
" Saya berkarier di asuransi itu kan alhamdulillah sampai dengan 4 tahun. Dari tahun 2008 sampai 2012 saya menjadi agency director, pas waktu itu pendapatan saya Rp70 juta sebulan," ujarnya, dikutip dari video yang diunggah kanal YouTube JagaLilin pada 28 Mei 2022.
Menurut Popi, posisinya pada saat itu sudah masuk dalam zona nyaman. Karena ia juga telah memiliki tim yang dipimpinnya.
Namun, empat tahun berkarier sebagai sosok profesional membuat Popi senantiasa bercermin diri. Hingga suatu ketika, ia mulai meragukan pekerjaannya di sektor asuransi.
" 2016 itu saya mulai datang ke kajian-kajian, mendengar bahwa asuransi itu haram. Tapi memang itu masih menjadi perdebatan ya, bahkan sampai sekarang, begitu," ungkapnya.
Keraguan yang muncul di benak Popi saat itu kian bertambah. Setelah bertemu dengan keluarga dan ahli agama, Popi tak segan mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaannya kala itu.
" Nah, di saat itu saya sudah mulai ragu apakah saya di tempat yang benar. Karena perasaan ragu itu saya justru yakin untuk meninggalkan. Di saat itu saya mulai diskusi dengan orangtua saya. Saya sengaja pulang ke Batang untuk bertemu dengan orangtua," terangnya.
Berhenti dari pekerjaan dan zona nyamannya saat itu, Popi tetap terus melangkah dan mencari berbagai kesibukan.
Hingga kondisi lingkungan pada saat pandemi Covid-19, menciptakan ide bagi Popi untuk menjadi distributor telur. Baginya, telur pada saat itu merupakan komoditas yang paling banyak dicari lantaran mudah ditemukan serta cukup tahan lama.
" Pada saat pandemi itu menjadi inspirasi saya untuk bisnis telur. Karena pada saat itu orang-orang pada gencarnya baksos kan, pada nganterin tetangga dan lain-lain," ungkapnya.
Seketika, Popi melakukan tes pasar. Tak terkira, ia berhasil merebut atensi hingga memiliki pesanan sebanyak 1 ton pertama.
" Akhirnya saya brodcast bahwa saya jual telur. Dapat list order berapa ya, saya tes pasar. Ternyata orderan saya itu sampai 1 ton," ceritanya.
Sejak saat itu, Popi terus menekuni usahanya tersebut dengan mulai memasarkannya hingga ke seluruh penjuru. Namun, bukan hidup jika tak menemukan ujian dan tantangan.
Meskipun menemui banyak tantangan, Popi terus berusaha dan meyakinkan diri untuk maju. Merajut hubungan dengan Allah dan dukungan dari keluarga merupakan sumber kekuatan utama yang dimilikinya.
" Mulai iklan di Facebook dan penjualan bisa sampai 1 ton sehari. Tapi juga gak mudah, ada tantangan dan ujian. Misal ada orang yang utang, utang, dan utang lalu gak bayar," terangnya.
Jatuh bangun usaha Popi kian membuahkan hasil. Setiap bulannya, Popi berhasil meraup untung dari penjualan hingga mencapai 150 ton telur. Bahkan, kini Popi berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan orang untuk turut berkembang bersama.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya