Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kandidat Yang Diwawancarai Dalam Interview.
Dream – Di era perkembangan teknologi, ada banyak pembicaraan tentang robot yang bisa mengambil alih pekerjaan manusia. Robot akan mengambil alih pekerjaan yang dilakukan oleh manusia.
Tujuannya agar waktu pengerjaannya bisa lebih efisien.
Dilansir dari CNBC, Jumat 5 Oktober 2018, adanya automatisasi akan membuat 1 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat menghilang. Perkembangan teknologi ini bisa menciptakan lapangan kerja yang baru untuk robot.
Nah, industri perekrutan juga berpotensi akan terganggu dengan automatisasi.
Perusahaan akan menggunakan robot untuk mempercepat proses rekrutmen dan memberikan waktu lebih singkat bagi manajer perekrutan untuk menjaring talent. Cara ini bisa menghapus bias manusia yang menghambat proses perekrutan.
Perusahaan Triplebyte, contohnya, mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mewawancara kandidat. Lalu, teknologi ini mencocokkan kandidat dengan posisi yang relevan dengan keterampilannya.
“ Efektivitas perekrut menurun karena mengejar semua orang yang sama,” kata CEO Triplebyte, Harj Taggar.
Dia mengatakan ada 40 persen kandidat yang berhasil mendapatkan pekerjaan setelah diwawancarai oleh Triplebyte. Angka ini berada di atas rata-rata industri sebesar 20 persen.
Seorang kandidat bernama Jeremy Phelps berhasil mendapatkan pekerjaan setelah melewati proses interview dengan perusahaan Taggar. Insinyur perangkat lunak otodidak ini awalnya mendapatkan pekerjaan di bisnis pengiriman pizza dan makanan cepat saji ketika tak memenuhi persyaratan aplikasi untuk pekerjaan teknis apa pun.
Setelah menemukan kuis kode Triplebyte suatu hari, dia mendpaatkan tawaran untuk wawancara serangkaian perusahaan teknologi San Fransisco. Akhirnya, dia mendapatkan tawaran pekerjaan untuk peran rekayasa perangkat lunak di layanan pengiriman bahan makanan Instacart, dan pindah ke San Fransisco Bay.
“ Kami menargetkan (konsumen) yang berpikir bahwa mereka insinyur terbaik di perusahaan, yaitu konsultan IT di Walgreens lokal. Ada juga yang ingin bekerja di Apple atau Dropbox,” kata Taggar.
Triplebyte tak sendirian. Ada juga perusahaan-perusahaan teknologi yang membangun algoritma untuk membantu pembeli kerja meningkatkan proses rekrutmen. Terutama, wawancara dan deskripsi pekerjaan yang lebih inklusif.
Pakar ketenagakerjaan di situs TopResume, Amanda Augustine, mengatakan semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi AI untuk merekrut karyawan.
“ Ketika digunakan secara tepat, alat rekrutmen ini bisa membantu mengurangi menghilangkan bias, meningkatkan pengalaman kandidat, serta mengurangi waktu untuk menyewa (pewawancara),” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya