Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Tesla, Elon Musk Mengumumkan Aksi Bisnisnya Membeli Saham Twitter.
Dream - Elon Musk sebagai salah satu orang terkaya di dunia kembali menggemparkan publik dengan keputusannya. Pemilik bisnis Tesla ini mengambil alih 9,2 persen saham di Twitter dan menempatkannya sebagai pemegang saham terbesar platform media sosial itu.
Seminggu sebelumnya, CEO Tesla itu memang mengisyaratkan dirinya akan mengguncang industri media sosial.
Dilansir dari Time, Senin, 4 April 2022 saham Twitter langsung meroket hingga 27 persen setelah pembelian saham oleh Elon Musk terungkap pada hari itu dalam pengajuan peraturan.
Pada hari ini, saham perusahaan logo burung berkicau tersebut dibanderol dengan harga US$49,9.
Elon Musk sebelumnya telah melakukan survei pada akun Twitternya, dia menanyakan apakah Twitter sebagai perusahaan mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara. Lebih dari 80 juta followers di Twitternya turut andil dalam survei ini.
Hasil survei menjelaskan lebih dari 70 persen followers Elon Musk mengatakan Twitter tidak mematuhi kebebasan berbicara. Menanggapi hal ini, Elon Musk kembali bertanya apakah platform media sosial baru diperlukan.
Bahkan ia mengatakan dirinya sendiri akan memberikan pemikiran serius untuk memulai sesuatu hal yang baru.
Namun, menurut Tom Forte, analis dari DA Davidson and Co, Elon Musk tak akan membuat platform baru. Sebagai gantinya, dia justru akan meningkatkan kepemilikannya di Twitter dan mengambil alih perusahaan secara perlahan.
" Mengingat komentar Elon sebelumnya tentang keinginan untuk memulai perusahaan media sosial, saya akan mengatakan kemungkinan dia akan meningkatkan kepemilikannya di Twitter atau mengambil alih saham perusahaan dalam waktu dekat," kata Tom Forte.
Analis Wedbush, Dan Ives juga mengatakan hal yang sama dalam sebuah catatan penelitiannya. Dia menilai langkah Elon Musk mengambil alih saham Twitter mengarah kepada kepemilikan yang agresif.
" Sepertinya Elon memasang laser matanya di Twitter. Ini akan menjadi peran kepemilikan yang lebih agresif," ujar Dan Ives.
Elon Musk memang sudah menjadi salah satu tokoh terbesar di Twitter dan beberapa kali mengalami masalah dengan platform tersebut. Salah satunya soal kesepakatan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS yang menempatkan kontrol terkait dengan cuitannya tentang pembuatan mobil listrik di tahun 2018.
Langkah yang diambil Elon Musk sendiri akan menjadi ujian besar bagi CEO Twitter baru Parag Agrawal yang sebelumnya menggantikan pendiri Twitter Jack Dorsey pada November 2021. Agrawal berjanji untuk meningkatkan akuntabilitas, membuat keputusan lebih cepat, dan meningkatkan eksekusi produk.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya