Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Erick Thohir (Foto: Liputan6)
Dream - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, pemulihan sektor ekonomi dan kesehatan harus berjalan beriringan. Erick yang baru ditunjuk menjadi ketua Tim Pemulihan Ekonomi ini berharap fokus yang sama akan menghindarkan Indonesia dari kemungkinan gelombang kedua wabah Covid-19.
Menurut Erick, apa yang terjadi pada kesehatan masyarakat akan sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
" Dengan kondisi hari ini, kedua hal ini harus jalan," kata Erick di kantornya baru-baru ini.
Menurut Erick, masyarakat diharapkan tak salah mengartikan Normal Baru sebagai kebebasan melakukan kembali kegiatan di luar ruangan tanpa disiplin. Harapan itu disampaikan agar Indonesia tak dilanda gelombang kedua Covid-19. " Ekonomi (bisa) kena lagi," jelasnya.
Erick Thohir mengakui sektor bisnis hingga kini belum bisa pulih seutuhnya salah satunya dikarenakan tingkat kedisplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang masih rendah. Beberapa industri yang belum bisa berjalan di antaranya sektor perfilman, hiburan seperti live music di kafe-kafe dan aktivitas bisnis lainnya.
Dengan kondisi perekonomian yang saling terkait, Tim Pemulihan Ekonomi tidak bisa memutuskan sektor mana yang akan diprioritaskan terlebih dahulu.
Untuk menyiasati, tim akan bekerja dengan mensinergikan program kerja yang dimiliki setiap instansi.
" Dari kesehatan misalnya ada 2-3 program, ekonomi juga 2-3 program, disinergikan. Daya beli masyarakat harus ditingkatkan tapi kan supply pangannya harus tersedia," jelas Erick Thohir.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga memutuskan untuk membentuk tim khusus pemulihan ekonomi dan Covid-19 yang programnya berjalan beriringan dengan target masing-masing.
Tim khusus ini berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga, dimana Erick ditunjuk sebagai pemimpin yang bertugas dalam pelaksanaannya.
Untuk tim ekonomi, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin akan menjadi penanggung jawabnya, sedangkan penanggung jawab tim pemulihan Covid-19 akan dipegang oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya