Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Www.bonhams.com
Dream - Biasanya barang yang dijual atau diperdagangkan pasti memiliki fungsi yang sesuai dengan kebutuhan pembeli. Namun tak jarang ditemukan benda aneh yang tidak memiliki fungsi justru dijual dengan harga mahal.
Kendati demikian, ada saja yang membeli benda atau barang tersebut, seperti debu yang dijual dengan harga fantastis ini.
Debu yang dilelang hingga Rp11 miliar ini ternyata bukan berasal dari tempat sembarangan. Partikel kecil itu didapatkan dari luar angkasa, tepatnya berasal dari bulan.
Sampel debu bulan itu rupanya dikumpulkan oleh Neil Armstrong selama misi bersejarah Apollo 11 pada 1969. Melewati sejarah panjang, debu itu kini dilelang.
Sampel debu bulan ini dikonfirmasi NASA menjadi bagian dari sampel bulan pertama yang dikumpulkan oleh astronot Apollo 11.

Dilansir Fox29, sampel debu bulan yang didapat dari misi Apollo 11 oleh astronot Neil Armstrong, berhasil dilelang seharga 504.375 dolar AS atau sekitar Rp 7,1 miliar. Debu bulan tersebut terjual dalam sebuah pelelangan yang digelar rumah lelang Bonhams.
Harga tersebut rupanya jauh di bawah perkiraan yaitu antara Rp 11,48 miliar hingga 17,2 miliar. Diketahui, debu bulan itu datang ke bumi pada 1969.
Tampak debu bulan itu terlihat halus dan sangat kecil, hingga Bonhams pun tak dapat menentukan total beratnya.
Debu bulan ini ternyata memiliki partikel tajam yang dapat melukai atau bahkan menyebabkan kematian jika dihirup.
Partikel debu tersebut dijual bersama dengan benda luar angkasa lainnya, termasuk artefak dari peluncuran Sputnik, serta tanda tangan dan foto para astronaut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya