Satu Dekade Penuh Teka-teki, Peneliti Ungkap Misteri Pecahan Kaca Berserakan di Gurun Atacama

Reporter : Sugiono
Senin, 22 November 2021 09:36
Satu Dekade Penuh Teka-teki, Peneliti Ungkap Misteri Pecahan Kaca Berserakan di Gurun Atacama
Selain tempat terkering, Gurun Atacama juga menyimpan misteri yakni hamparan pecahan kaca yang terserak sepanjang 75 kilometer.

Dream - Gurun Atacama di Chili diketahui sebagai wilayah paling kering di permukaan Bumi. Rata-rata curah hujan di sini hanya 2,54 sentimeter setiap tahunnya.

Selain tempat terkering, Gurun Atacama juga menyimpan misteri yakni hamparan pecahan kaca yang terserak sepanjang 75 kilometer.

Sejak ditemukan satu dekade yang lalu, para ilmuwan masih penasaran dengan asal mula pecahan kaca tersebut.

Saat ini para ilmuwan masih menduga-duga asal mula pecahan kaca berwarna hijau tua, yang sebagian lagi hitam tersebut.

1 dari 6 halaman

Peneliti Ungkap Misteri Pecahan Kaca di Gurun Acatama

Peneliti geologi planet Peter Schultz dari Brown University menduga pecahan kaca terbentuk akibat ledakan komet pada 12 ribu tahun yang lalu.

Lanskap Gurun Atacama penuh dengan pecahan kaca yang asal-usulnya misterius.© P.H. SCHULTZ/BROWN UNIV.

Kesimpulan itu didapat setelah Schultz dan timnya menemukan adanya sisa-sisa debu dan mineral luar angkasa yang masih terdapat pada pecahan kaca.

Schultz mengatakan pembentukan pecahan kaca di Gurun Atacama oleh benda luar angkasa termasuk unik dan misterius.

2 dari 6 halaman

Berawal dari Ledakan Meteor di Udara

Seperti diketahui, terdapat sekitar 190 kawah tumbukan (impact crater) yang terbentuk dari efek ledakan meteor atau asteroid berukuran kecil di Bumi.

Namun tidak satu pun yang tercipta karena tabrakan dengan komet. Itu karena komet, yang sebagian besar terbuat dari es dan debu, cenderung meledak tepat sebelum mencapai permukaan tanah.

Kawah tumbukan tersebut terbentuk akibat ledakan komet yang menimbulkan panas dan angin tornado yang sangat kencang yang disebut dengan airburst.

3 dari 6 halaman

Kaca Terbentuk dari Efek Ledakan Meteor

Namun efek dari airburst ini hanya sebentar dan jarang sekali meninggalkan jejak abadi, dalam hal ini kawah tumbukan.

Tetapi Schultz menduga pecahan kaca di Gurun Atacama terbentuk dari efek ledakan meteor yang menghasilkan airburst tersebut.

" Ini pertama kalinya kami memiliki bukti yang jelas tentang kaca di Bumi yang diciptakan oleh radiasi termal dari bola api yang meledak tepat di atas permukaan," kata Schultz.

4 dari 6 halaman

Kaca Tidak Terbentuk dari Aktivitas Vulkanik

Apalagi lingkungan Gurun Atacama yang sebagian pasir sangat sesuai untuk terciptanya pecahan kaca yang misterius itu.

Seperti diketahui, pasir merupakan bahan mentah untuk membuat kaca yang dipanaskan hingga suhu tertentu.

Misteri pecahan kaca hijau dan hitam di gurun terkering di dunia.© Schultz et al., doi: 10.1130/G49426.1.

Schultz tidak yakin kalau kaca di Gurun Atacama terbentuk karena mendapat panas dari aktivitas vulkanik atau kebakaran rumput.

Lanskap penuh pecahan kaca di Gurun Atacama itu letaknya ratusan kilometer dari gunung berapi terdekat.

Ini menunjukkan kaca terbentuk bukan karena aktivitas vulkanik, tapi peristiwa pemanasan yang unik, seperti ledakan di udara (airburst).

5 dari 6 halaman

Kaca Bukan Tercipta dari Kebakaran

Pecahan kaca juga tidak mungkin tercipta dari panas api yang disebabkan oleh kebakaran saat Gurun Atacama masih hijau ribuan tahun yang lalu.

Penelitian sebelumnya meyakini pecahan kaca terbentuk karena terbakarnya rumput dan tanaman di Gurun Atacama. Masalahnya pecahan kaca yang ditemukan di sana memiliki penanggalan radiokarbon yang tidak sama.

Namun Schultz menolak gagasan tersebut karena terasa aneh. Alasannya, api yang membakar rumput atau tanaman tidak memiliki panas yang cukup untuk menciptakan kaca.

Mengenai penanggalan radiokarbon yang tidak sama, Schultz menyatakan bahwa airburst memang jarang terjadi di tempat yang sama.

" Setelah meneliti beberapa pecahan yang ada, kami menemukan kaca di sana terbentuk pada suhu lebih dari 1.700 derajat Celcius. Jauh lebih panas dari api yang membakar rumput dan tanaman," ujar Schultz.

6 dari 6 halaman

Mineral Dalam Kaca Mirip dengan Meteorit

Terlebih lagi, Schultz dan timnya menemukan adanya mineral seperti cubanite dan troilite dalam kaca yang hanya ditemukan di meteorit dan batuan luar angkasa lainnya selama misi NASA Stardust.

Selain itu bentuk kaca yang seperti dipelintir dan bengkok menunjukkan adanya tekanan panas dan angin kencang yang dihasilkan oleh ledakan komet di udara.

" Jika kaca terbentuk dari kebakaran rumput atau tanaman, maka hanya melelehkan pasir di tempat. Tidak terlempar hingga puluhan kilometer seperti di Atacama. Jadi jelas kaca ini terbentuk akibat airburst," kata Schultz.

Penelitian Peter Schultz dan timnya tentang asal usul pecahan kaca misterius di Gurun Atacama, Chili, ini telah diterbitkan di jurnal Geology pada 2 November 2021.

Sumber: Science News

Beri Komentar