4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Piala Dunia 2022 (Shutterstock.com)
Dream - FIFA meraup untung fantastis dalam gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Federasi sepak bola dunia itu mengklaim meraih cuan US$7,5 miliar atau sekitar Rp117,5 triliun.
FIFA melaporkan keuntungan utu pada Minggu 20 November 2022 dengan dihadiri 200 anggota federasi. Pendapatan itu US$1 miliar lebih banyak dari pendapatan Piala Dunia 2018.
Menurut laporan laman Al Jazeera, FIFA menerima keuntungan ini setelah mendapat tiga sponsor baru, yaitu YouTube dan Visit Las Vegas dari AS, serta Fine Hygienic Holding dari Timur Tengah.
Pendapatan FIFA di Piala Dunia 2022 juga tak lepas dari dukungan perusahaan Qatar. Diantaranya Qatar Energy menjadi sponsor tingkat atas, dan bank QNB serta Ooredoo juga bergabung menjadi sponsor tingkat tiga.
Kemudian FIFA mendapat kucuran dana dari platform keuangan crypto.com serta penyedia blockchain. Untuk hak siar Piala Dunia 2022, kontrak bahkan sudah diteken sejak era Sepp Blatter.
Pendapatan FIFA diprediksi bakal naik dalam empat tahun ke depan, menjadi US$10 miliar atau sekitar Rp157 triliun. Penambahan itu berpotensi datang dari gelaran Piala Dunia sepak bola wanita dan penambahan kontestan dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dari 32 menjadi 48 negara.
Dream - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tak hanya menyediakan hadiah menggiurkan untuk tim peserta Piala Dunia 2022, namun juga gaji fantastis bernilai miliaran rupiah untuk para wasit.
Sejak Piala Dunia yang digelar di Rusia pada 2018, badan manajerial Piala Dunia FIFA telah mengatur gaji pokok setiap wasit sebesar US$70.000 atau setara Rp1,09 miliar.
FIFA juga menetapkan bahwa setiap asisten wasit akan mengambil US$25.000 atau setara Rp392 juta untuk partisipasi mereka di Piala Dunia.
Menurut laman en.as.com, berikut ini daftar gaji wasit dalam gelaran Piala Dunia Qatar 2022 di setiap pertandingan yang sedang berlangsung hingga 18 Desember 2022 itu.
Wasit pertandingan adalah orang yang paling berpengaruh di lapangan yang bertanggung jawab atas jalannya permainan.
Mereka dibayar senilai US$3.000 atau setara Rp47 juta untuk babak penyisihan grup. Sementara untuk babak playoff atau final, bayaran mereka meningkat menjadi US$10.000 atau Rp156 juta.
FIFA juga bisa menambahkan biaya pertandingan yang mereka peroleh ke pembayaran kontrak mereka. Seorang wasit yang sukses memimpin semua pertandingan, termasuk pertandingan final, bisa mendapatkan hingga US$300.000 atau Rp4,7 miliar selama turnamen berlangsung.
Posisi selanjutnya adalah asisten wasit di setiap sisi lapangan, dengan tugasnya untuk meninjau offside atau pelanggaran di dekat mereka, yang tidak terlihat dengan baik oleh wasit pertandingan.
Mreka dibayar sebesar US$2.500 atau Rp39,2 juta untuk penyisihan grup, dan babak playoff atau final sebesar US$5.000 atau Rp78,4 juta
Total pembayaran turnamen mereka adalah US$150.000 atau senilai Rp2,3 miliar.
Adapun wasit ke empat adalah orang yang mengawasi prosedur pergantian pemain dan memeriksa perlengkapan pemain. Mereka juga bertugas mengawasi penggantian bola selama pertandingan.
Gaji mereka sama dengan asisten wasit, yakni untuk penyisihan grup sebesar US$2.500 atau Rp39,2 juta dan babak final atau play off senilai US$5.000 atau Rp 78,4 juta per pertandingan.
Perubahan paling signifikan dalam peraturan sepak bola dalam beberapa tahun terakhir adalah pengenalan asisten wasit video.
Dalam gelaran Piala Dunia FIFA 2022 mereka mendapatkan US$3.000 atau Rp47 juta untuk satu pertandingan.
Kemudian di tahap akhir turnamen, bayaran mereka meningkat menjadi US$5.000 atau Rp78 juta. Dengan total pembayaran turnamen yang ideal sebesar US$175.000 atau Rp2,7 miliar.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
