Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Daewoong Pharmaceutical
Dream - Perusahaan farmasi global, Daewoong Pharmaceutical Korea siap mengekspor penghambat asam kompetitif potasium (P-CAB) Fexuprazan ke enam negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
Daewoong menandatangani perjanjian ekspor untuk melisensikan dan memasok Fexuprazanin ke enam negara Gulf Cooperation Counci–Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar, dengan Aghrass Healthcare Limited, perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), pada 15 Oktober 2021.
Volume transaksi ini bernilai sekitar Rp1,1 triliun. Melalui perjanjian ini, Daewoong berencana meluncurkan Fexuprazan di Arab Saudi, UEA dan Bahrain pada 2024, serta Kuwait, Oman, dan Qatar pada 2025. Cigalah Group, induk Aghrass, memiliki salah satu kekuatan penjualan terbaik di antara negara Gulf Cooperation Council.
Itu artinya, Fexuprazan dapat berada di posisi utama untuk tumbuh sebagai pengobatan penyakit gastrointestinal yang mendominasi pasar Timur Tengah di masa depan.
Pada 2019, Cigalah Group menduduki peringkat ketiga di pasar pada pasar farmasi Saudi. Fexuprazan Daewoong secara reversibel memblokir pompa proton yang mengeluarkan asam lambung dari dinding perut. Berdasarkan uji klinis, obat tersebut menangani gejala lebih cepat dan memiliki efek yang lebih tahan lama daripada pengobatan berbasis PPI yang ada.
Selain itu, gejala sakit maag segera membaik sejak awal pemberian, terlepas dari siang atau malam, di mana gejala batuk, sebagai salah satu gejala atipikal penyakit refluks gastroesofageal, juga membaik. Secara khusus, ketika Fexuprazan diberikan kepada pasien dengan gejala parah, dipastikan gejala mulas membaik pada pasien tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diberikan dengan esomeprazole.
“ Potensi Fexuprazan sebagai blockbuster global telah dibuktikan sekali lagi dengan menandatangani perjanjian pemberian lisensi dan bantuan teknis di Timur Tengah selain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Amerika Latin,” kata Hyunjin Park, kepala Divisi Bisnis Global Daewoong dalam keterangan tertulis Senin 18 Oktober 2021.
Dia menambahkan, berdasarkan teknologi canggih Fexuprazan, Daewoong akan memberikan pilihan pengobatan yang lebih baik kepada pasien di seluruh dunia yang menderita penyakit gastrointestinal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam