Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Mendapat pekerjaan bergaji besar dianggap sebagai satu-satunya solusi dari masalah yang dihadapi para pegawai. Pendapat yang tak sepenuhnya salah meski kenyataan terkadang tak selalu sesuai anggapan. Setidaknya untuk mereka yang merasa ada kebahagian lain selain uang atau gaji.
Gaji besar adalah impian anak muda yang merasa uang banyak bisa memenuhi gaya hidup sekaligus membuat kondisi finansial mereka aman hingga masa tua nanti. Urusan bahagia atau tidak menjadi faktor yang dipikirkan belakangan.
Namun berbeda dengan prinsip yang dimiliki pegawai satu ini. Baginya kebahagiaan diri merupakan hal paling penting sekaligus lebih berharga dari sekadar gaji besar.
Dilansir dari Eva.Vn, seorang pria asal Tiongkok bernama Zhang Shipo rela meninggalkan pekerjaannya dengan gaji besar demi pulang kampung dan bekerja sebagai petani ubi.
Saat dewasa, Shipo memilih untuk pergi ke kota Zhengzhou, Provinsi Henan, untuk bekerja. Kesempatan datang ketika Shipo diterima sebagai pegawai dengan gaji fantastis.
Shippo mendapat gaji tertinggi Rp422 juta per bulan atau dengan kata lain bisa mengumpulan sampai rata-rata penghasilan Rp2 miliar setahun.
Walaupun gaji yang diterima sangat besar, Shipo mengaku tidak merasa bahagia karena pekerjaannya yang dilakoni bukan impiannya selama ini.
Perasaan tak bahagia semakin bertambah dengan kondisi orangtua yang sudah semakin berumur. Shipo menginginkan tinggal dekat kedua orangtuanya untuk mengurus mereka.
Dengan segala pertimbangan, Shipo memutuskan untuk berhenti bekerja dan kembali ke kampung halamannya. Bak bumi dan langit, Shipo memutuskan meninggalkan pekerjaan bergaji miliaran rupiah itu untuk menjadi petani ubi jalar.
Shipo ternyata melihat potensi tanah di kampungnya cocok untuk ditanami komoditas pangan itu.
Dugaannya tak meleset. Hasil panennya yang diperolehnya melimpah ruah. Bagian luar dari ubi yang ditanamnya berwarna merah muda-merah muda, bagian dalamnya manis dan harum.
Selain direbus atau dipanggang, ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam makanan sehingga memiliki nilai gizi yang tinggi.
Sejak kecil, keluarga Shipo memang sudah bertani ubi jalar sebagai sumber pendapatan mereka. Namun, tidak sebesar bisnis yang sekarang Shipo jalani.
Di dua tahun pertama, Shipo memang merasakan kerugian. Modal 1 juta yuan yang digunakan di tahun pertama ludes tanpa keuntungan.
Keuntungan baru Shipo rasakan di tahun 2019. 6 bulan pertama di tahun ini, Shipo berhasil mendapatkan keuntungan lebih dari Rp3 miliar.
Saat ini, bisnis yang Shipo bangun telah memiliki lebih dari 100 karyawan yang berasal dari desa tempat ia tinggal.
Tidak hanya mencari keuntungan sendiri, Shipo telah membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat kampungnya.
Impian Shipo kedepannya adalah membantu meningkatkan pendapatan rata-rata masyarakat kampungnya hingga mencapai Rp739 juta.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam