Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Shutterstock
Dream - Mengelola keuangan terdengar seperti hal yang mudah dilakukan. Tinggal menghitung berapa pengeluaran dan pemasukan dan menjaganya tetap seimbang. Faktanya, banyak sekali orang yang tak memiliki rencana pengelolaan keuangan dalam kehidupannya. Mereka semakin terjerumus dalam masalah ketika harus berhadapan dengan masa-masa darurat.
Persoalan menjadi pelik jika penghasilan tiap bulan ternyata belum dialokasikan untuk hal-hal tak terduga. Uang yang semula terasa melimpah mendadak terasa kurang dan ludes begitu saja.
Jika kondisi ini yang sering dialami Sahabat Dream, kamu mungkin termasuk kalangan yang belum mendapat pemahanan tentang literasi keuangan yang lebih dalam. Literasi keuangan sangat bermanfaat untuk memahami bagaimana mengelola uang, memprioritaskan hal-hal yang penting terlebih dahulu untuk dibeli, melunasi hutang, asuransi, pajak, tabungan pensiun hingga investasi.
Merujuk Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baru 38 persen masyarakat Indonesia yang paham mengenai lembaga dan produk keuangan. Padahal, literasi keuangan merupakan hal penting dalam kemajuan ekonomi negara.
Annisa Steviani, Certified Financial Planner membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan masyarakat agar lebih memahami literasi keuangan.

" Pengelolaan keuangan di masa digital cukup dimudahkan tapi masyarakat perlu mengetahui keamanan transaksi yang akan dilakukannya," jelas Annisa Stevani dalam konferensi virtual Akselerasi Transformasi Digital Keuangan Bersama OVO dan Pengumuman Pemenang Anugerah Literasi OVO, 30 November 2021.
Cara mudah untuk menerapkan pengelolaan keuangan bisa dimulai dengan menyimpan uang di tempat yang aman dan terpercaya. Jika pemahaman kamu sudah lebih maju, mulailah berinvestasi dengan produk yang bisa dipastikan keamanannya. Jangan sampai tergiur hanya pada keuntungan yang malah merugikan kita.
Jika membeli suatu produk seperti investasi ataupun asuransi, sebaiknya pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan ilmu yang dimiliki.

" Masyarakat perlu tahu informasi tentang produk apa yang akan diambil seperti contohnya kehalalan produk tersebut," tambah Annisa Stevani.
Perhatikan juga kehalalan produk yang diambil. Apakah masih masuk ke dalam kategori yang bebas riba atau tidak.
Yang terakhir, masyarakat perlu open minded untuk menerima budaya atau pemahaman baru yang mencakup pengetahuan tentang literasi digital.
" Mulai dari keamanannya, kemudahan dalam transaksi digital, serta pengetahuan mengenai layanan keuangan yang ditawarkan seperti kehalalan produk investasi dan asuransi. Tentunya ini perlu dilakukan secara terus menerus melalui kolaborasi berbagai pihak dan pemangku kepentingan,” tutup Annisa.
Mendukung literasi keuangan masyarakat Indonesia, OVO memperluas proposisi untuk menyediakan rangkaian layanan keuangan lengkap seperti investasi melalui OVO Invest, proteksi melalui OVO Proteksi dan pinjaman.

" Hal ini merupakan wujud nyata upaya kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” jelas Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya