Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Seorang Wanita Sedang Berdandan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Shirley M. Oslan nekat terjun ke bisnis peralatan make up. Dokter cantik ini berbisnis make up tool kit dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baikkarena resah terhadap mahalnya peralatan rias.
“ Awalnya, saat aku lagi jalan sama suami, terus lihat beauty blender yang dijual di pasar. Kok, mahal, ya, bisa sampai Rp350 ribu,” kata Shirley di Jakarta, ditulis Jumat 22 Maret 2019.
Dia mencari tahu pembuatan dan lokasi pabrik. Ternyata, harga produksi peralatan rias tidak setinggi itu. Dari sinilah, Shirley ingin membuat make up kit dengan harga yang lebih terjangkau.
Lulusan Universitas Udayana, Denpasar, Bali, ini pernah bekerja magang di bagian estetika selama tujuh tahun. Bisnis peralatan make up yang dinamai madformakeup ini merupakan bisnis pertamanya.

Jatuh bangun sudah dialami Shirley dalam menjalani bisnis ini. Beragam merek peralatan make up di pasar membuatnya ragu untuk terjun ke bisnis ini. Dia pun meyakinkan diri untuk terjun ke bisnis peralatan make up.
“ Akhirnya aku memotivasi diri sebenernya kenapa kita menciptakan ini, kenapa kita mau mempekerjakan bisnis ini, sampai akhirnya aku yakin untuk buat brand madformakeup melalui perjalanan yang panjang,” kata wanita kelahiran Balikpapan, 2 Mei 1989 itu.
Madeformakeup dengan produk andalannya sponge blender juga menjual kebutuhan make up lainnya, seperti brush dan make up pouch.
Wanita ini juga tak ragu berbagi pengalamannya bagi pemula yang ingin berbisnis. Pertama, carilah hal yang diminati. Setelah menemukan apa yang akan dibuat bisnis, segeralah memikirkan target pasar.
“ Mungkin saja nanti sambil jalan, target market bisa berubah,” kata dia.
Kalau sudah tahu target pasar, kata Shirley, yang harus dilakukan adalah menggali informasi lebih dalam dan fokus kepada target pasar.
Laporan: Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya