Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keputusan BI Rate Membuat Investor Mau Melantai Di Bursa. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuannya, (BI 7 Day Repo Rate) di level 6 persen. Keputusan bank sentral di Indonesia itu membuat pasar modal syariah `bernapas lega` setelah dikepung sentimen negatif dari bursa global.
Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 21 Maret 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), ditutup menguat 0,960 poin (0,5%) ke level 192,529.
Dibuka di level 192,199, ISSI terus bergerak di zona positif meski pergerakannya terbatas. ISSI baru mulai percaya diri melaju lebih tinggi saat perdagangan sesi kedua dimulai.
Puncaknya, ISSI mencetak level tertingginya di sesi penutupan perdagangan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terangkat 5,653 poin (0,8%) ke level 711,897. Indeks JII70 menanjak 1,755 poin (0,74%) ke level 237,792.
Adanya sentimen baru dari dalam negeri ini turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 19,066 poin (0,29%) ke level 6.501,776.
BI rate merangsang investor untuk melantai di bursa. Aksi beli saham ramai, terutama di sektor industri dasar dan properti. Kedua indeks sektoral ini melesat masing-masing 2,45 persen dan 1,31 persen.
Indeks sektor pertanian terkoreksi 1,12 persen, barang konsumsi 0,32 persen, industri aneka 0,09 persen, dan perdagangan 0,07 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp1.325, SMGR Rp675, ITMG Rp550, CPIN Rp275, dan BIRD Rp200.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TGKA yang harga sahamnya turun Rp650, UNVR Rp500, AALI Rp350, TCID Rp300, ECII Rp275, dan TCPI Rp200.
Rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada pukul 16.11, kurs dolar AS terhadap rupiah terkoreksi 64 poin (0,45%) ke level Rp14.153.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya