Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Biasanya Perusahaan Memberikan Cuti Tahunan Selama 14 Hari. (Foto: Shutterstock)
Dream – Biasanya perusahaan memberikan cuti tahunan selama 14 hari kerja. Namun, tak ada cuti terlama seperti yang diberikan oleh perusahaan ini.
Nggak tanggung-tanggung, perusahaan itu memberikan cuti tahunan selama 12 minggu atau tiga bulan. Dikutip dari World of Buzz, Kamis 21 Maret 2019, cuti ini sering disebut sebagai cuti kehidupan.
Berdasarkan Business Insider, perusahaan berbasis Australia memberikan yang terbaik bagi karyawan-karyawannya untuk bekerja yang fleksibel.
Manajemennya memberikan cuti selama 6 minggu—12 minggu per tahunnya. Perusahaan yang dimaksud adalah Ernst & Young (EY).
Firma akuntansi ini mengizinkan karyawannya menggunakan “ cuti kehidupan” untuk bepergian, bekerja paruh waktu, atau bersantai. Namun, EY tidak akan membayar karyawan yang mengambil cuti ini.
Kabar baiknya, EY juga akan mengeksekusi dua inisiatif lain, yaitu bekerja paruh waktu atau paruh waktu dengan waktu tertentu. Kebijakan ini akan berlaku per 1 April 2019.
Saat diterapkan, pegawai bisa bekerja paruh waktu untuk periode tertentu. Misalnya, orangtua yang bekerja paruh waktu ketika musim libur sekolah. Karyawan juga bisa bekerja paruh waktu sampai tiga bulan.
“ Aturan bekerja secara fleksibel sangat penting karena ada kompetisi yang meningkat untuk talent,” kata perwakilan EY Oceania, Kate Hillman.
Kebijakan baru ini, kata dia, bertujuan untuk mengatasi permintaan akan lingkungan kerja yang fleksibel. EY memperkirakan fleksibilitas akan meningkatkan keterlibatan karyawan sebesar 11 persen.
Dia optimistis cara ini tidak akan membuat mereka kehilangan karyawannya, ketika memutuskan untuk mengejar hasrat di luar tempat kerja.
Misalnya, menjadi sukarelawan di luar negeri atau berpartisipasi dalam program pelatihan.
Kate mengatakan kebijakan ini juga dibuat karena banyak karyawan milenial yang masuk. Generasi ini menjadi fleksibilitas sebagai prioritas utama ketika mencari kerja.
Dikatakan juga tahun depan, diperkirakan 80 persen karyawan mereka adalah generasi milenial. “ Generasi milenial mendorong permintaan akan fleksibilitas karena preferensi mereka adalah pengalaman karier yang beragam,” kata dia. (ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?