Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengingatkan aparatur negara agar tak mudah tergoda dalam tata kelola pemerintahan. Fungsi pengelolaan keuangan negara diakuinya banyak melahirkan godaan yang bisa menjerumuskan setiap pegawai apapun latar belakangnya.
Menurut Sri Mulyani, uang memang bisa menjadi solusi sekaligus sumber celaka. Mantan pejabat Bank Dunia ini mengaku sudah melihat banyak contoh dari orang-orang yang luluh karena godaan uang negara tersebut.
“ Banyak orang celaka. Sholat rajin, haji ada, umroh sering, puasa Senin Kamis, tapi ngelihat uang, dia lupa segalanya. Seperti tak ada koneksinya. Sepertinya uang ada dunianya sendiri,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah. yang dihadiri 1.200 Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 21 Maret 2019.
Berkaca dari fenomena tersebut, Sri Mulyani berpesan agar aparatur negara bersama-sama mengelola tata kelola pemerintahan dengan baik.
Sri Mulyani mengatakan manusia sangat mudah tergoda. Makanya, pengawasan yang benar-benar kompeten diperlukan. Indonesia telah melengkapi institusinya dengan pengawasan berlapis.
“ Karena manusia mudah tergoda, kelemahan ini harus dikompensasikan dengan pengawasan yang baik. Jangan percaya diri sendiri ‘saya tidak tergoda’. Lebih senang kita diawasi,” kata dia.
Sri Mulyani mengatakan sistem pengawas keuangan itu terdiri atas beberapa lapis. Lapis pertama, ada di dalam internal organisasi.
“ Itu yang disebut dengan aparat internal, pengendalian internal, di dalam organisasi. Namanya biasanya irjen (inspektorat jenderal),” kata dia.
Sri Mulyani mengatakan tak semua orang suka diawasi. Semakin besar jabatan seseorang, keinginan diawasi pun semakin rendah.
Inilah yang menjadi tantangan berat dalam pemerintahan Indonesia.
“ Namanya manusia, bangsa apa pun, dia tidak suka diawasi. Bukan masalah apa-apa. Instingnya suka kita bebas,” kata dia.
Sekadar informasi, hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam “ Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah”. Rakornas ini dihadiri oleh sebanyak 1.200 orang peserta yang berasal dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya