Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kesenjangan Ekonomin Di Indonesia Cukup Tinggi Di Mana Harta 4 Orang Miliarder Di Indonesia Setara Dengan Harta 100 Juta Orang Miskin. (Foto: The Guardian).
Dream – Sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada pembangunan masalah kemiskinan global, Oxfam, menyoroti Indonesia sebagai salah satu negara yang paling timpang.
Lembaga ini menyebut harta segelintir orang tajir, sama dengan kekayaan 100 juta orang miskin se-Indonesia.
Dilansir dari The Guardian, Jumat 24 Februari 2017, jumlah miliarder di Indonesia bertambah 1 orang pada tahun 2002 menjadi 20 orang pada 2016. Dari keempat orang itu, dua di antaranya adalah Budi Hartono dan Michael Hartono. Aset keduanya senilai US$23 miliar (Rp333,75 triliun) atau 40 persen dari total kekayaan 250 juta penduduk Indonesia.
Oxfam sendiri menggunakan data harta kekayaan para miliarder yang berasal dari Forbes.
“ Sejak tahun 2000, perekonomian Indonesia tumbuh. Namun, manfaat dari pertumbuhan tersebut belum terbagi rata dan jutaan orang telah tertinggal, terutama perempuan,” bunyi laporan Oxfam.
Lembaga ini menyebut produk domestik bruto (PDB) tumbuh cepat dan pertumbuhannya rata-rata sebesar 5 persen pada 2000-2016. Hal ini membuat Indonesia masuk ke dalam daftar CIVETS, yaitu negara yang perekonomian tumbuh cepat.
Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi itu tidak berarti pengurangan angka kemiskinan melambat atau berhenti. Berdasarkan garis kemiskinan Bank Dunia—acuan penghasilan sebesar US$3,1 (Rp41.385) per dolar AS, ada sekitar 93 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.
“ Jumlah jutawan dan miliarder terus meningkat. Jika disejajarkan dengan jumlah warga miskin negara itu, akan terlihat bahwa hanya orang kaya yang menikmati keuntungan dari kinerja ekonomi, sementara jutaan orang lainnya tertinggal,” kata Oxam.
Ketimpangan ini menarik perhatian pemerintah. Ketika terpilih pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji untuk memprioritaskan untuk menekan kesenjangan ekonomi dalam mengejar pertumbuhan ekonomi.
“ Pertumbuhan ekonomi sangat tinggi bagi pemerintahan saya, bagi rakyat saya. Tapi, yang lebih penting (adalah) mempersempit kesenjangan ekonomi. Ketika kami mengundang investor, mereka harus memberikan manfaat kepada rakyat saya, juga untuk negara saya,” kata Jokowi dalam wawancara bersama Bloomberg.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya