Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG Sempat Menyentuh Level 6000
Dream - IHSG, Indeks Harga Saham Gabungan, sempat rontok di awal perdagangan hari ini, Senin, 6 Agustus 2019. Kecemasan pelaku pasar pada perang dagang yang memicu perang currency memicu aksi jual besar-besaran pelaku pasar.
Runtuhnya IHSG di awal perdagangan itu membuat tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terkena imbas. Ketiganya kompak mendekam lemah sepanjang perdagangan.
Pada penutupan perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup melemah 0,91 persen ke level 6.119,471. IHSG sempat menyentuh level terendahnya di level 6.030,067 saat perdagangan baru berjalan 10 menit.
IHSG membuka sesi perdagangan dengan melemah 119,98 poin (1,95%) ke level 6.053,87. Pelemahan lebih dalam dialami indeks saham bluechips, LQ45, yang terpangkas sampai 2,71 persen.
Datangnya aksi beli pelaku pasar mendorong IHSG bergerak naik meski tak bisa menembus zona positif.
Pelemahan IHSG ini telah berlangsung selama dua hari berturut-turut.
IHSG siang tadi menutup sesi perdagangan di level 6.123,459. Sementara pada perdagangan pukul 14.31 WIB, IHSG bertahan melemah di level 6.133,464.
Koreksi yang dialami IHSG merembet ketiga indeks acuan saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan koreksi 0,32 persen ke level 181,835. Seperti IHSG, indeks ISSI juga mendekami seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 180,673.
Pelemahan juga dialami Jakarta Islamic Index (JII) meski sempat menyentuh teritori positif. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini turun 0,50 persen ke level 661,591.
Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70, bergerak turun 0,38 persen ke level 222,671.
Indeks sektoral di BEI sebetulnya bergerak variatif. Namun tekanan sangat besar menimpa indeks sektor barang aneka yang terpangkas sampai 2,26 persen. Disusul sektor keuangan 1,90 persen, dan perdagangan 1,28 persen.
Analis Satrio Utomo menilai koreksi Dow Jones hingga 700 poin menjalar ke berbagai bursa saham dunia termasuk Indonesia. Tekanan di bursa saham Amerika Serikat itu dipicu eskalasi perang antara Amerika dan China yang semakin meningkat.
" Dari sekedar Perang Dagang, sekarang menjadi Perang Currency. Ini terjadi setelah China sengaja membiarkan mata uangnya melemah," ujar Satrio dikutip dream dari akun blognya.
Tekanan jual asing semakin menambah berat laju indeks saham di bursa saham Indonesia. Hingga sore tadi sekitar 15.46 WIB, Satrio mencatat nett sell asing telah mencapai Rp1,36 triliun. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya