Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Antarafoto/Rahmad)
Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menjadikan bisnis kerajinan sebagai salah satu simpul penting dalam pengembangan sektor industri di ibukota. Kalangan perajin jga akan mendapat sokongan penuh untuk mengembangkan bisnisnya.
Kepala Biro Ekonomi Provinsi DKI Jakarta, Mochammad Abbas menyatakan kerajinan atau kriya termasuk tiga besar penyumbang produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif secara nasional.
Industri kerajinan juga telah ditetapkan sebagai salah satu sektor prioritas di Kementerian Perindustrian. Sektor ini dinilai mampu menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, berorientasi ekspor, serta menyerap tenaga kerja.
" Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sangat mendukung perkembangan industri kreatif termasuk untuk berorientasi kepada ekspor," ujar Abbas saat opening ceremony JakCraft 2019, di Gedung G Balaikota, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
Untuk mendukung industri kerajinan di ibukota, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta melalui Program Pengembangan Wirausaha Terpadu akan membantu perajin mendapatkan pelatihan, pembinaan, kurasi produk, dan fasilitas pameran.
Abbas mengungkapkan, dukungan pemberdayaan fasilitas terhadap industri kerajinan telah diberikan secara berkelanjutan. Selanjutnya pelaku usaha diharapkan bisa mengembangkan produknya sesuai tuntutan pasar.
" Saat ini, persaingan usaha sangat kompetitif. Terlebih pasar Indonesia telah memasuki pasar global. Untuk itu, para pelaku industri, pelaku UKM, harus bersinergi agar siap menghadapi pasar bebas," kata Abbas.
Dalam menyukseskan promosi produk kerajinan, JakCraft kembali dihadirkan dan diikuti oleh para perajin Dekranasda DKI Jakarta.
Event ini, diharapkan Abbas dapat menjadi tempat bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengelola usaha lebih baik. Serta, meningkatkan kreativitas perajin agar pelaku UKM tetap eksis bersinergi.
(Sah, Laporan: Keisha Ritzska Salsabila)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya