Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BNI Syariah Bekerja Sama Dengan RS Haji Jakarta. (Foto: BNI Syariah)
Dream – PT BNI Syariah menggarap kerja sama yang berkaitan dengan ekosistem, terutama di bidang kesehatan dan farmasi halal. Bank syariah ini mengincar potensi bisnis yang satu ini.
Menurut data State of Global Islamic Economy Report 2017, potensi bisnis halal ecosystem untuk bidang halal healthcare dan halal pharmaceutical diprediksi mencapai Rp70 triliun.
Salah satu cara BNI Syariah menggarap bisnis ini adalah menggandeng RS Haji Jakarta. Bank syariah itu memberikan fasilitas perbankan syariah untuk rumah sakit ini.
Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, mengatakan, ada beberapa potensi bisnis yang bisa digarap dari nota kesepahaman ini.
“ Salah satunya produk cash management Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) dan Integrated Hajj Center atau Indonesia Hajj Centre,” kata Dhias, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Sabtu 13 April 2019.
Selain itu ada juga potensi pembiayaan alat kesehatan dan pembiayaan pembangunan gedung Hajj Center maupun pembiayaan konsumer maupun menengah yang juga dapat digarap. Ditambah lagi payroll, tabungan haji dan umrah karyawan dan pembiayaan konsumer untuk dokter serta pegawai RS Haji Jakarta.
Ada juga potensi dana pihak ketiga (DPK) dari payroll pegawai dan manajemen RS Haji Jakarta. Potensi bisnis ini terlihat dari jumlah pegawai di RS Haji Jakarta sebesar 733 orang dengan jumlah tenaga medis 22 orang, perawat 314 orang, professional kesehatan 117 orang dan non kesehatan 280 orang.
Menurut Dhias, tujuan kerja sama untuk meningkatkan literasi perbankan syariah. Selain itu juga mendukung terciptanya sinergi dalam halal healthcare dan pengelolaan transaksi serta kebutuhan produk perbankan syariah lain.
“ Kerja sama ini akan memberikan dampak bisnis bagi BNI Syariah dan RS Haji Jakarta yang merupakan nasabah eksisting BNI Syariah,” kata dia.
Sekadar informasi, penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama RS Haji Jakarta, Syarief Hasan Lutfie dan Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati.
Turut hadir pula perwakilan dari RS Haji Jakarta, Direktur Keuangan dan Umum RS Haji Jakarta, Zakaria, dan Direktur Pelayanan RS Haji Jakarta, Sayid Ridho.
Dari BNI Syariah, hadir pula General Manager Transactional Business Divison, Agusta Rinaldi, dan General Manager Haji dan Umroh, Ida Triana Widowati.
Rumah Sakit Islam ataupun RS Syariah merupakan bagian dari Halal Ecosystem. Sejak tahun 2017 BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Saat ini ada sebanyak 263 rumah sakit yang menjadi anggota MUKISI.
Hingga awal 2019, BNI Syariah telah melakukan kerja sama dengan 104 rumah sakit dan industri kesehatan lainnya. Dari kerjasama ini, total pembiayaan yang telah disalurkan sebesar Rp980 miliar.
© BNI Syariah menggandeng PT Nusantara USA untuk meningkatkan volume transaksi kartu pembiayaan. (Foto: BNI Syariah)
Dream - PT BNI Syariah terus meningkatkan volume transaksi kartu pembiayaan, iB Hasanah Card. Yang terbaru, bank syariah itu menggandeng perusahaan jasa agen wisata, PT Nusantara USA tentang pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah.
Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Endang Rosawati, mengatakan tujuan kerja sama ini untuk mempermudah masyarakat serta nasabah yang ingin merasakan pengalaman ke luar negeri.
“ Saat ini tren halal leisure semakin meningkat, mengakibatkan pergeseran pola konsumsi dari goods-based consumption atau barang tahan lama seperti pakaian, mobil ke experience-based consumption seperti liburan, makan di kafe,” kata Endang di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Sabtu 13 April 2019.
Kerja sama ini dilakukan di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, dihadiri oleh Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Endang Rosawati dan Komisaris Nusantara USA, Muhammad Syamsi Ali. Selain itu, kerja sama ini juga dihadiri Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo.
Endang mengharapkan kerja sama ini bisa memperluas basis nasabah dan memberikan nilai lebih kepada nasabah ketika bertransaksi menggunakan produk perbankan syariah.
Dengan kartu iB Hasanah Card BNI Syariah, masyarakat dapat lebih mudah membeli paket homestay atau nyantri di Amerika. Selain itu sistem angsuran selama 12 bulan bisa memudahkan orang tua untuk memberikan wawasan global kepada putra putrinya.
“ Semakin banyak nasabah kartu iB Hasanah Card BNI Syariah yang membeli paket homestay, diharapkan volume transaksi bisa semakin meningkat,” kata dia.
Sampai Maret 2019, volume transaksi kartu iB Hasanah Card sebesar Rp284,9 miliar.
Kerja sama ini diharapkan juga dapat membuka peluang pemanfaatan produk dan jasa layanan BNI Syariah lainnya, seperti rekening penampungan untuk fund raising Pesantren Nusantara Madani di Connecticut dan remittance bagi pekerja dan pelajar yang merupakan jamaah masjid di USA, serta branding BNI Syariah sebagai bank syariah pilihan tokoh dunia.
Sebagai gambaran harga satu paket homestay atau nyantri di Amerika sebesar Rp65 juta atau US$4.500. Sejak tahun 2016, BNI Syariah telah menawarkan berbagai program homestay di luar negeri untuk meningkatkan bisnis kartu. “ Diharapkan kedepan akan semakin banyak paket homestay sejenis misalnya di Australia, Singapura dan Malaysia,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya