Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Bk.com
Dream - Pemilik Burger King menyebut operator 800 gerai di Rusia telah menolak untuk tutup, meski ada tuntutan untuk menangguhkan perdagangan. Restaurant Brands mengungkapkan telah menghubungi mitra lokalnya, Alexander Kolobov, untuk menutup toko setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Dikutip dari laman BBC, Senin 21 Maret 2022, sama seperti sederet bisnis lain, Burger King juga ingin ikut menarik diri dari Rusia, termasuk melakukan penangguhan operasi, pemasaran, dan bantuan rantai pasokan.
Restoran cepat saji, yang dimiliki oleh Restaurant Brands International, memiliki kemitraan usaha patungan dengan pengusaha Alexander Kolobov di Rusia.
RBI hanya mengendalikan 15 persen dari bisnis Burger King Rusia, dan Kolobov bertanggung jawab atas operasi dan pengawasan sehari-hari di Rusia. Sehingga, Burger King tidak bisa langsung menutup tokonya.
" Kami memulai proses untuk melepaskan kepemilikan saham kami dalam bisnis ini. Meskipun kami ingin melakukan ini segera, jelas bahwa itu akan memakan waktu untuk melakukannya berdasarkan ketentuan perjanjian usaha patungan kami yang ada," kata David Shear, presiden operasi internasional RBI.
Hal ini berbeda dengan McDonald's (MCD) yang memiliki lebih dari 80 persen restorannya di Rusia secara langsung. Sehingga bisa keluar dari Rusia secara signifikan lebih mudah.
Shear mengatakan bahwa RBI telah menuntut agar usaha patungan itu segera menutup Burger Kings, tetapi Kolobov menolaknya.
Burger King memasuki Rusia sekitar satu dekade lalu, mengoperasikan usaha patungan dengan Kolobov, yang memiliki perusahaan Investment Capital Ukraina dan VTB Capital.
Shear menjelaskan bahwa proses hukum yang rumit mencegahnya menutup kemitraan dan bisnis.
" Tidak ada klausul hukum yang memungkinkan kami untuk mengubah kontrak secara sepihak atau mengizinkan salah satu mitra untuk pergi begitu saja atau membatalkan seluruh perjanjian," kata Shear.
" Tidak ada investor serius di industri mana pun di dunia yang akan menyetujui hubungan bisnis jangka panjang dengan klausul penghentian yang tipis," tambahnya.
Pekan lalu, Burger King menarik dukungan perusahaan dari bisnisnya di Rusia, termasuk menangguhkan operasi, pemasaran, dan bantuan rantai pasokan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya