Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Cnbc.com
Dream - Pasar valuta asing telah mengalami perjalanan sulit pada tahun 2022. Di beberapa negara bahkan kombinasi tekanan geopolitik dan langkah yang salah dari bank sentral mendorong mata uangnya masuk ke dalam “ spiral kematian”.
Apalagi keperkasaan Dolar sepanjang tahun ini, mendorong investor berbondong-bondong menuju “ safe haven” tradisional di tengah banjir goncangan geopolitik dan makroekonomi. Kondisi ini tentu sangat membebani banyak mata uang pasar negara berkembang.
Steve Hanke, Profesor Ekonomi Terapan di Universitas Johns Hopkins, menerbitkan daftar mata uang dengan kinerja terburuk tahun ini. Dikutip dari CNBC, Kamis 17 November 2022, berikut adalah daftarnya.
1. Cedi, Ghana
Ternyata mata uang Cedi milik Ghana berada di posisi 3 teratas dalam daftar mata uang terburuk di dunia. Cedi mencapai rekor terendah baru terhadap dolar pada Rabu pekan lalu, sempat berada di posisi 14,24 sebelum sedikit pulih.
Di mana memulai perdagangan tahun di lebih dari 6 cedi terhadap dolar, menurut data Refinitiv. Ini berarti greenback telah menguat lebih dari 132 persen terhadap mata uang negara di Afrika Barat ini.
Masalah yang menggelayuti Ghana termasuk meningkatnya biaya hidup dan beban utang yang tidak berkelanjutan yang telah memaksa pemerintah untuk meminta bantuan Dana Moneter Internasional. Sebuah langkah yang tidak seperti biasanya disetujui oleh pihak yang berkuasa dan pihak oposisi.
“ Dalamnya masalah Ghana menjadi lebih mencolok ketika mempertimbangkan bahwa pejabat pemerintah bersedia mengambil pemotongan gaji besar-besaran dalam upaya untuk membebaskan sejumlah dana,” ujar Jacques Nel, Kepala Makro di Oxford Economics Afrika .
“ Namun, pengorbanan finansial oleh pejabat pemerintah ini tidak boleh disalahartikan sebagai persatuan di antara para pemimpin negara, dengan oposisi terang-terangan menunggu kesepakatan IMF untuk disetujui sebelum menembak kepala Presiden (Nana) Akufo-Addo,” tambahnya.
Kejutan terbaru terhadap mata uang terjadi ketika Bank of Ghana membatalkan lelang valuta asing yang dijadwalkan. Muncul protes di ibukota Accra yang menuntut pengunduran diri presiden.
“ Bank telah mengambil berbagai langkah untuk membendung spiral mata uang selama setahun, termasuk tindakan keras yang gagal terhadap penjual mata uang yang tidak berlisensi,” jelas Murega Mungai, Manajer Perdagangan di AZA Finance yang berbasis di Nairobi.
“ Ini juga telah membeli dolar langsung dari perusahaan pertambangan untuk menopang cadangannya, membuat pasar kekurangan likuiditas yang sangat dibutuhkan. Dengan latar belakang itu, kami memperkirakan Cedi akan tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat, mungkin melemah melampaui level 14,50," imbuhnya.
Hanke mengatakan di Twitter pekan lalu bahwa cedi adalah " mata uang sampah bank sentral" dan menyarankan negara itu harus menghentikan bank sentralnya mengambil langkah untuk memulihkan ketertiban.
2. Peso Kuba dan Dolar Zimbabwe
Ternyata, penurunan cedi menjadikannya hanya mata uang dengan kinerja terburuk ke tiga di dunia tahun ini. Di tempat ke dua justru dipegang peso Kuba, yang turun 56,36 persen terhadap dolar.
Di belakangnya ada Dolar Zimbabwe, yang telah kehilangan 76,74 persen nilainya terhadap dolar sejak Januari. Baik Zimbabwe maupun Kuba menderita tingkat inflasi yang sangat besar.
Hanke mengatakan pekan lalu bahwa " spiral kematian ekonomi Zimbabwe terus berputar." Badan statistik nasional ZimStat melaporkan bahwa inflasi negara mencapai 268 persen tahunan pada Oktober, tetapi perkiraan Hanke sendiri justru lebih besar mencapai 417 persen.
Mirip dengan Ghana, pihak berwenang di Zimbabwe telah berusaha untuk mendukung mata uang lokal dan melawan inflasi dengan menindak pembayaran dolar Zimbabwe. Namun Inflasi setinggi langit menjadi masalah utama di Kuba, dengan Hanke menyebut lonjakan harga konsumen mencapai 166 persen per tahun.
3. Pound Mesir
Pound Mesir pekan lalu merosot ke level terendah baru terhadap dolar, meluncur ke 24,42. Mata uang ini pun masuk ke daftar 10 besar mata uang berkinerja terburuk tahun 2022, menurut Hanke.
Fitch Ratings baru-baru ini memangkas prospek kredit negara menjadi negatif mengutip posisi likuiditas eksternal yang memburuk dan risiko berkurangnya akses pasar obligasi.
Sementara itu, cadangan devisa Mesir telah habis hingga di bawah US$32 miliar di bulan Oktober dari US$35 miliar di bulan Maret.
Fitch menyoroti bahwa masalah pembiayaan Mesir diperburuk oleh US$6 miliar utang luar negeri yang akan jatuh tempo tahun depan dan US$9 miliar lagi yang akan jatuh tempo pada tahun 2024.
" Meskipun kesepakatan keuangan diumumkan pada COP27 di Sharm el-Sheikh minggu ini, keluarnya asing secara keseluruhan kemungkinan akan menyebabkan Pound (Mesir) melemah lebih lanjut terhadap dolar dalam beberapa hari mendatang," kata pedagang AZA Finance Mitch Diedrick dalam laporannya.
Mata uang lain yang ditampilkan dalam daftar pada minggu lalu termasuk Rupee Sri Lanka, Bolivar Venezuela, Leone Sierra Leone, Kyat Myanmar, Kip Laos, dan Hryvnia Ukraina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam