Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Mungkin banyak orang mengidamkan kehidupan sebagai karyawan dengan penghasilan tetap saban bulan. Tapi ada pula yang tidak puas dengan zona nyaman itu dan memilih tantangan untuk kehidupan baru.
Dewi Ekha Harlasyanti, misalnya. Dia merasa jenuh saat sudah 20 tahun menjalani hidupnya sebagai karyawan. Apalagi, masa depannya sebagai tenaga kerja tidak pasti. Karena itulah Dewi memutuskan 'pensiun' sebagai pekerja.
Bukan tanpa rencana, Dewi melihat peluang usaha di kampung halamannya, Purbalingga, Jawa Tengah. Pada 2015, dia mendirikan PT Diva Prima Cemerlang. Hingga kini, Dewi menjadi CEO di perusahaan yang memproduksi bulu mata palsu itu.
" Jadi bulu mata palsu yang berbahan baku rambut orang pasti dari Indonesia, dan di dunia ini yang bisa bikin hanya Purbalingga saja," kata Dewi, dikutip dari merdeka.com, Rabu 16 November 2022.
Sejak membangun usaha itu, Dewi memang sudah berniat mengekspor produk buatannya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu pemasok bulu mata palsu.
" Jadi lebih mudah bargaining ke buyer," tambah Dewi. Kini, bulu-bulu mata palsu itu sukses menembus pasar Eropa dan Amerika.
Prancis menjadi negeri pertama yang menjadi tujuan ekspor bulu mata palsu Dewi. Kini, Dewi yang menjadi UMKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) telah melakukan ekspor ke 16 negara, termasuk Meksiko, Kolombia, Turki, Prancis, dan Amerika Serikat, sebagai pasar terbesar produk bulu mata palsu.
Lewat usaha itu, Dewi telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Lulusan sarjana hukum ini setidaknya telah mempekerjakan 500 hingga 700 orang, yang mayoritas adalah para ibu rumah tangga.
Bagi Dewi, LPEI telah membuka jalan bagi produknya untuk menembus pasar global. Dia berharap bulu mata buatannya tetap eksis di pasar dunia, terutama Amerika dan Eropa.
" Saya dikasih banyak kesempatan oleh LPEI untuk show off produk saya. Itu buat saya adalah sesuatu yang luar biasa sekali karena dari situ orang-orang bisa mengenal produk kita," tutur Dewi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya