Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bitcoin.
Dream – Pamor uang virtual Bitcoin yang sempat meredup tiba-tiba kembali menyedot perhatian. Bagaimana tidak? data Google mencatat harga 1 bitcoin setara dengan Rp 56 juta.
Padahal sebulan yang lalu, nilai kurs bitcoin terhadap dolar AS dipatok seharga US$ 2 ribu atau Rp 27 juta.
Meroketnya harga bitcoin membuat banyak orang penasaran. Apalagi mata uang virtual ini sempat dikabarkan akan meredup setelah banyak negara yang menolak dan pencipta yang terlilit kasus hukum.
Dilansir dari CNN Money, Selasa 15 Agustus 2017, situs mata uang digital, Coin Desk, menyebut nilai tukar tersebut adalah rekor tertinggi. Harga uang ini naik empat kali lipat dari awal tahun. Pakar sulit menentukan penyebab melejitnya harga Bitcoin.
Namun Coin Desk memperkirakan lonjakan harga bitcoin itu kemungkinan dipicu oleh tiga faktor. Salah satunya cukup mengejutkan.
Pertama, Bitcoin cash. Sejak ada ketidakpastian dua minggu lalu, mata uang digital ini terpecah menjadi dua, yaitu Bitcoin dan Bitcoin Cash. Unit baru ini dibuat oleh sekelompok orang yang ingin menggunakan Bitcoin dengan lebih mudah. Harga Bitcoin Cash ini lebih murah 10 persen dari Bitcoin dan membuat uang digital ini semakin lebih menarik.
“ Tingkat harga yang memecahkan rekor ini tampaknya mengindikasikan uang masuk ke pasar dan ditahan sambil menunggu hasil yang tidak pasti dari perpecahan jaringan Bitcoin,” tulis Coin Desk.
Faktor yang kedua adalah janji pembayaran lebih cepat. Bitcoin menawarkan keuntungan utama di software barunya, yaitu transaksi cepat. Uang digital ini juga meningkatkan kecepatan transaksi dengan mengutak-atik perangkat lunaknya sendiri.
Faktor yang terakhir adalah permintaan dari Jepang. Negara ini punya sejarah kelam dengan Bitcoin. Salah satu pendirinya, Mt. Gox, ditangkap oleh polisi Jepang pada 2015 dan sekarang sedang diadili karena penggelapan uang. Namun, kasus itu ternyata tak menyurutkan jumlah pengguna Bitcoin di Jepang yang terus menggunakan Bitcoin.
Bahkan pengguna Bitcoin di Jepang dikabarkan menyumbang lebih dari 40 persen terhadap pergerakan nilai uang digital ini.
Tertarik membeli bitcoin?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya