Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mahasiswa Peternak Kecoa, Tong. (Foto: Next Shark)
Dream – Bagi sebagian orang, kecoa termasuk hewan yang membuat orang bergidik. Di samping hidup di lingkungan yang jorok, hewan ini dipercaya menjadi sarang penyakit.
Tapi, pemikiran ini tak berlaku untuk seorang mahasiswa di Taiwan. Dia justru melihat kecoa sebagai ladang uang.
Dilansir dari Next Shark, Selasa 15 Agustus 2017, ide bisnis ini bermula dari Tong yang mengembangbiakkan kecoa untuk pakan hewan peliharaannya. Awalnya, dia berpikir kalau membeli pakan untuk peliharaannya—tak disebut jenis hewan peliharaannya—tentu akan menguras kantong. Untuk itulah, dia mencoba menernakkan serangga ini.
Untungnya, Tong bertemu dengan ahli ternak kecoa, Tse. Dia berkolaborasi dengan pria ini untuk membuat peternakan kecoa.
Setelah enam bulan, Tong berhasil membuat peternakan kecoa dan punya 30 ribu-40 ribu ekor kecoa.
Sebenarnya, tak mudah bagi remaja berusia 20 tahun ini untuk membuat peternakan kecoa karena dia takut serangga. Tapi, rasa takutnya sirna ketika dia tahu ternak kecoa ini benar-benar menguntungkan.
Buktinya, per bulannya, Tong mengantongi pendapatan US$6.624 (Rp88,46 juta). Pendapatan yang menggiurkan, bukan?
Sekadar informasi, bisnis kecoa ini memang tengah booming di Tiongkok. Menurut CBS, farmasi Tiongkok membeli kecoa untuk dijadikan obat tradisional—Tong memasok kecoa-kecoanya ke industri farmasi, lho. Kecoa ini dipercaya bisa menjadi obat beragam penyakit.
Tak hanya dijadikan obat, di beberapa wilayah di Tiongkok, ada juga yang menjadikan kecoa sebagai penganan. Kecoanya digoreng dalam minyak yang panas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya