Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro Dan Direktur Keuangan Dan SDM INKA, Mohamad Nur Sodiq Hadir Dalam Acara Penandatanganan Yang Dilangsungkan Di Kantor INKA Di Jakarta (Dream.co.id)
Dream - Standard Chartered Bank menyediakan fasilitas modal kerja sebesar US$ 20 juta sekitar Rp 266,96 miliar kepada PT Industri Kereta Api (Persero). Fasilitas itu diharapkan bisa mendukung produk INKA terutama dalam mendorong pertumbuhan infrastruktur dalam negeri.
" Kerja sama ini sekaligus menjadi wujud nyata Bank dalam mendukung program strategis nasional yang kami yakini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga sejalan dengan salah satu fokus Bank yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan melalui kapabilitas yang kami miliki,” ujar CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro dalam keterangan tertulis seperti diperoleh Dream, Senin, 14 Agustus 2017.
Menurut Rino, selain fasilitas modal kerja, perusahaan juga siap memberikan dukungan teknis lain kepada INKA berupa pemanfaatan footprint global Bank bagi proyek-proyek strategis untuk penyediaan infrastruktur yang aman, dapat diandalkan, serta terjangkau bagi semua orang.

Memanfaatkan jaringan global yang dimiliki, Standard Chartered Bank siap membantu pemerintah dalam percepatan program strategisnya. " Keberadaan Standard Chartered sebagai satu-satunya bank internasional dengan kantor di 10 negara ASEAN, juga turut membantu pertumbuhan kinerja INKA sebagai produsen kereta satu-satunya di Asia Tenggara,” tutup Rino.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM INKA, Mohammad Nur Sodiq mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu langkah untuk membanguna kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan internasional.
" Kami percaya, kerja sama ini dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan sehingga mempercepat pertumbuhan dan pembangunan industri nasional," ujarnya.
Untuk diketahui, INKA adalah BUMN yang bergerak di bidang manufaktur kereta api. INKA memproduksi berbagai jenis kereta seperti kereta penumpang, kereta barang, LRT, KRL hingga lokomotif. Selain memasok kebutuhan kereta api domestik di Indonesia khususnya KAI, saat ini INKA juga mengekspor kereta ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura dan Bangladesh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya