Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sahabat Dream, Ada, Lho, Cara Mengelola Uang Yang Lebih Baik Daripada Yang Diajarkan Orang Tua Kita.
Dream – Setiap generasi punya kebiasaan berbeda ketika berbicara soal uang. Misalnya, orangtua kita menyimpan uang di celengan dari kaleng cat atau di bawah kasur.
Atau, kakek-nenek kita yang menolak investasi.
Mungkin kala itu, keputusan orangtua adalah keputusan yang tepat. Tapi, bisa jadi tidak relevan atau tidak sesuai jika diterapkan saat ini.
Jika ingin mencapai keberhasilan finansial, tidak ada salahnya jika meninggalkan cara-cara yang telah dilakukan orangtua untuk menyimpan uangnya.
Dilansir dari Business Insider, Senin 14 Agustus 2017, ada tiga cara mengelola uang yang mungkin saja lebih baik dari yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu.
Pertama, diversifikasi investasi. Banyak generasi terdahulu berpandangan sempit tentang investasi. Sayangnya, mereka cenderung percaya jalan mereka adalah jalan terbaik meskipun bukan cara terbaik untuk anak-anak mereka.
Konsultan keuangan Joseph A Azzopardi mengatakan, orangtua akan meminta anaknya untuk menghindari saham —ini terjadi jika orangtuanya tipe orang yang menghindari risiko.
“ Jika kekayaan keluarga, terutama dilakukan dalam bisnis swasta, mereka akan mendorong anak-anaknya untuk memfokuskan modal kerja kepada kepemilikan bisnis,” kata Joseph.
Joseph menyarankan agar ada diversifikasi investasi, yaitu memasukkan “ telur” ke keranjang yang berbeda. “ Diversifikasi neraca keluarga adalah cara yang berharga untuk menurunkan risiko secara keseluruhan dan menciptakan banyak sumber pendapatan,” kata dia.

Kedua, lebih baik investasi di kesehatan. Orangtua biasanya menaruh harapan tinggi terhadap pendidikan tinggi. Untuk itu, banyak yang bekerja keras agar anaknya bisa kuliah sementara mereka mengesampingkan kebutuhan pensiun.
“ Ini sebuah kesalahan,” kata konsultan keuangan Joe Carbone.
Ingat, Sahabat Dream tidak bisa meminjam uang untuk pensiun. Ketika masuk pensiun dan menemukan kekurangan uang, itu sangat terlambat.
Ketiga, mengajarkan pendidikan keuangan kepada anak sejak dini.

Orangtua kita menganggap membicarakan uang kepada anak adalah hal yang tabu, padahal sebenarnya tidak.
Tidak membicarakan uang kepada anak bisa merusak mereka ketika beranjak dewasa. Hal ini disebabkan oleh mereka tak punya pengetahuan dasar tentang uang. Untuk itu, sebagian besar konsultan keuangan setuju orang tua sebaiknya mengajarkan dasar-dasar uang, seperti anggaran, kepada anak mereka. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya