Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Sedang sibuk mencari rumah? Saat ini waktu yang pas. Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan harga properti residensial mengalami perlambatan pada kuartal III-2017.
Survei Harga Properti Residensial yang baru saja dikeluarkan BI seperti dikutip Dream, Senin, 14 Agustus 2017 menunjukan indeks harga properti jenis ini pada Juli-September 2017 masih tumbuh 1,15 persen (qtq). Laju kenaikan ini melambat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 1,18 persen (qtq).
Kenaikan harga terendah diperkirakan akan terjadi pada semua tipe rumah terutama untuk rumah tipe kecil yang cuma naik 2,57 persen (qtq). Sementara berdasarkan wilayah, harga rumah tertinggi diperkirakan terjadi di Bandar Lampung sebesar 4,58 persen.
Meski secara tiga bulanan mengalami perlambatan, harga properti secara tahunan masih mengalami kenaikan lebih tinggi. Pada kuartal III-2017 diperkirakan harga properti residensial masih tumbuh 3,99 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di kuartal II-2017 sebesar 3,17 persen.
Sebagian responden yang disurvei menilai faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah tingginya suku bunga KPR (16,58%), lamanya perizinan (16,25%), pajak (15,40%), tingginya uang muka rumah (14,82%), serta kenaikan harga bahan bangunan (13,12%).
Dilihat dari lokasi, kenaikan suku bunga KPR tertinggi terjadi di Jambi sebesar 15,18% sedangkan terendah di Sulawesi Barat 7,99 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam