Barang Dagangan `Cacat` Ikut Terjual, Ini Tips Jujurnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 20 Juli 2017 09:17
Barang Dagangan `Cacat` Ikut Terjual, Ini Tips Jujurnya
Pedagang pun harus bersikap jujur ketika menjual barang dagangan, bahkan ketika menjual barang `reject`,

Dream Sahabat Dream, kejujuran sudah tentu menjadi sikap yang harus dimiliki oleh pedagang ketika menjual barang kepada konsumen. Sikap ini juga berlaku jika ada barang dagangan cacat.

Tentu pedagang harus menjelaskan kecacatan dari barang yang dijualnya. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak merasa dirugikan.

Jika pedagang lupa menjelaskan kecacatan produk yang dijual kepada konsumen, apa yang harus dilakukan?

Penjual bisa menerapkan sikap Imam Abu Hanifah ketika mengetahui ada barang jelek yang terjual kepada konsumen tanpa mereka tahu barang itu cacat.

Dilansir NU Online, Kamis, 20 Juli 2017, Syaqiq Al Balkhi, bercerita Imam Abu Hanifah meminta soerang mitra dagangnya, Basyar, untuk menjual kain khuzz karena hendak pergi ke Kufah, Irak. Dari sejumlah kain, ternyata ada satu kain yang cacat.

Dia menjelaskan kejelekan kain tersebut kepada Basyar supaya juga dijelaskan kepada pembeli.

Sekembalinya dari Kufah, Imam Abu Hanifah bertanya kepada Basyar untuk memastikan penjualan kain. Tak lupa, dia bertanya apakah Basyar juga menjelaskan kepada pembeli tentang barang cacat yang dijualnya.

“ Apakah kamu menerangkan kecacatan yang ada pada barang yang saya pesankan?” kata Imam Abu Hanifah.

Seperti apa jawaban Imam Abu Hanafi? Baca selengkapnya di sini. (ism) 

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary