Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Ada Cara Menjual Tas Kresek Seharga Rp1 Juta. Penasaran?
Dream – Sebuah kresek pelindung tas Hermes yang dibeli Syahrini sempat menjadi sorotan warganet. Meski sekilas seperti kreset, ternyata harga tas yang bernama “ Hermes Rain Coat Kit” terlalu mahal. Dihargai Rp1 juta.
Dikutip dari akun Facebook fans Bob Sadino, akun ini membeberkan rahasia marketing penjualan tas kresek. Contohnya, sebuah tas kresek bisa dijual Rp200 di minimarket.
Jika tas kresek dijual Rp2.000, konsumen akan bertanya-tanya mengapa harganya mahal. Bisa jadi konsumennya justru ogah membeli tas kresek itu.
Lalu, bagaimana dengan tas kresek Hermes? Mengapa tak ada yang protes tas kresek itu dijual Rp1 juta?
Rahasianya adalah context design. Harga itu bersifat perspektif dan tidak bisa berdiri sendiri.
Tas kresek seharga Rp2.000 akan terasa mahal jika pembandingnya Rp10 ribu. Tetapi, lain halnya dengan tas kresek seharga Rp1 juta jika pembandingnya adalah Rp2 miliar.
Dengan begitu, penjual bisa mendapatkan marjin tinggi dengan 'menenggelamkan' item atribut dari main atribut-nya.
Jika ingin menjual hijab dengan marjin 100 persen, Anda juga bisa menyisipkan aksesori ke hijab yang harganya jutaan. Hiasan itu akan membuat hijab semakin lebih cantik atau elegan.
Atau jika sebagai seorang trainee, Anda bisa mengemas paket pelatihannya dengan umrah. Akhirnya, pemasaran ini akan menjadi Unique Selling Proposition (USP) yang berguna untuk berjualan barang utama.
Sebagai catatan, jika membiarkan sebuah barang berdiri sendiri, pelanggan otomatis akan mencari pembaanding harga yang sejenis. Kalau sudah begini, Anda akan kesulitan mencari marjin yang tinggi.
Untuk itu, pintar-pintarlah mendefinisikan ke mana suatu produk itu dijual dan seberapa tinggi marjin yang bisa dimainkan.
Nah sekarang kamu sudah tahu rahasia bagaimana membuat barang yang biasa menjadi berharga mahal kan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya