7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Shutterstock
Dream - Investasi semakin dilirik generasi muda. Jenis investasi pun semakin beragam, mulai emas, saham, properti, hingga barang-barang yang dinilai menguntungkan di masa mendatang.
Dari sekian banyak pilihan, properti menjadi investasi yang banyak dicari masyarakat. Nilai jual properti dinilai stabil bahkan meningkat tajam untuk lokasi-lokasi tertentu.
Berdasarkan data yang dibagikan tim analis Properti 99 Group, sepanjang tahun 2021 tren pasar properti Indonesia menunjukan perubahan positif.
Pencarian properti di portal Rumah123.com dan 99.co sebanyak 270 juta dengan 46 persen di antaranya merupakan pengunjung baru. Pencari properti ini mayoritas genertasi Z sebanyak 19,6 persen dan millenial 48,7 persen.

" Dengan adanya tren generasi muda yang semakin aktif mencari properti, 99 Group menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk kelompok usia ini. Harapannya, tentu para pencari properti ini dapat menemukan hunian idamannya dengan mudah dan nyaman," jelas Wasudewan, Deputy CEO 99 Group Indonesia, pada konferensi virtual Era Kebangkitan Sektor Properti Tanah Air, Selasa 18 Januari 2021.
Seiring dengan peningkatan minat generasi muda untuk memulai investasi properti. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi di bidang properti agar investasi sesuai dengan target Sahabat Dream.
Cara investasi properti yang paling mudah adalah dengan membeli rumah, tanah, atau apartemen. Namun sebaiknya mempertimbangkan lokasi yang memang menjadi primadona.

" Riset kami melihat lokasi mana yang menjadi primadona, Tanggerang Selatan mengalai kenaikan tajam +117 persen, disusul dengan Sleman dan Surabaya," tambah Wasudewan.
Pilihan lokasi yang strategis dan sedang berkembang memiliki prospek menjanjikan kedepannya, seperti properti di kawasan kota yang sedang berkembang atau dekat dengan pembangunan mall atau transportasi massal menjadi nilai investasi besar..

Setelah memilih lokasi, tentukan jenis investasi properti yang cocok pada lokasi tersebut lebih menjanjikan membeli rumah, tanah, atau apartemen.
" Dari riset yang dilakukan 99 group, kenaikan signifikan di jenis properti paling utama adalah rumah tapak sekitar 84,1 persen lalu diikuti dengan tanah, apartemen dan kantor," tambah Wasudewan.
Selaras dengan data tersebut, semakin tinggi jenis properti yang diminati maka harganya akan terus melonjak di kemudian hari.

Harga properti tidaklah murah, sebaiknya selaraskan daya beli dengan investasi properti yang dipilih.
Dana pun harus disesuaikan dengan jenis properti yang kita incar, sekaligus biaya-biaya tambahan seperti perbaikan dan pajak juga wajib diperhitungkan.
" Pencarian rumah dibawah 400 juta meningkat dibanding semester pertama, dari 37,9 persen menjadi 39,1 persen. Pencarian properti 2 Miliar pun meningkat, hal ini karena ada diskon PPN DPT 5 persen untuk properti di atas 2 Miliar," tambah Wasudewan
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?