Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebanyak 214.052 pemilik rekening di Indonesia dilaporkan memiliki simpanan di atas Rp 2 miliar. Total nomial simpanan para miliarder ini mencapai Rp 2.464,44 triliun.
Data terbaru dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan jumlah rekening di atas Rp 2 miliar pada Mei 2015 ini bertambah 0,35 persen dibandingkan posisi akhir April 2015.
Sementara dari sisi nominal, terjadi kenaikan dana simpanan sebesar 0,88 persen dibandingkan posisi April senilai Rp 2.443,05 triliun.
Para pemilik rekening tambun ini memang cukup eksklusif diantara para penabung di tanah air.
LPS melaporkan sebanyak 161.490.472 pemilik rekening mempunyai simpanan senilai maksimal Rp 2 miliar. Jumlah ini hanya bertambah 0,06 persen dibandingkan bulan April 2015.
Meski jumlah rekening bertambah, nilai nominal Per akhir April 2015 justru berkurang. Jumlah nominal simpanan berjumlah Rp. 1.862,63 triliun, menurun menjadi Rp. 1.863,72 triliun per Mei 2015.
Berdasarkan jenis simpanan (giro, tabungan, deposit on call, deposito dan sertifikat deposito), LPS yang mencatat pertumbuhan jumlah rekening paling tinggi terjadi pada produk sertifikat deposito sebesar 14,69 persen (MoM). Jumlah rekeningnya meningkat dari 245 rekening (April 2015), menjadi 281 rekening (Mei 2015).
Pertumbuhan nominal sertifikat deposito juga mencetak kenaikan tertinggi sebesar 58,21 persen (MoM). Dimana jumlah nominalnya dari sebesar Rp 4,75 triliun (April 2015) menjadi Rp 7,5 triliun (Mei 2015).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya