Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Saham HSBC Melemah Karena Isu Brexit.
Dream - Referendum keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) memukul perbankan besar. Brexit membuat saham-saham bank global rontok.
Dilansir dari CNN Money, Jumat 24 Juni 2016, saham bank terbesar di Inggris, HSBC, melemah sampai 11 persen. Begitu pula dengan Standard Chartered Bank -bank Inggris yang fokus pada Asia- yang sahamnya merosot 12 persen.
Merosotnya saham perbankan global di bursa Eropa dan Amerika Serikat ke level terendah, menandakan krisis akan dimulai.
Bisnis keuangan adalah sektor yang sangat penting di Inggris. Sektor jasa keuangan menyumbang 8 persen untuk perekonomian Inggris. Ada sekitar 1,2 juta tenaga kerja atau 4 persen yang bekerja di sektor jasa keuangan.
Perbankan dunia meminta Inggris untuk tetap di Uni Eropa dan memperingatkan Inggris bisa terkena resesi ekonomi kalau Inggris memilih hengkang dari Uni Eropa.
Selain itu, perbankan global menggunakan Inggris untuk masuk ke Eropa. Jika Inggris keluar, jaringan perbankan global untuk jutaan masyarakat Uni Eropa akan terganggu. Memang, ada regulasi yang mengatur industri jasa keuangan dan trasansaksi lintaas batas ada di Uni Eropa.
Tahun lalu, Deutsche Bank dan HSBC disebut-sebut akan memindahkan bisnisnya dari Inggris. HSCB memutuskan untuk tinggal, sementara itu Deutsche Bank belum memutuskan apa pun.
Kini, HSBC mengisyaratkan akan memindahkan operasional banknya ke Paris kalau masyarakat Inggris memilih Inggris keluar dari Uni Eropa.
Sementara itum JP Morgan dan Citibank juga memperingatkan Inggris akan menghadapi masalah pengangguran yang serius jika bersikeras keluar dari Uni Eropa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya