Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Indonesia Stock Exchange
Dream - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut menghadiri debut pencatatan perdana PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin 11 April 2022.
Dalam sambutannya, Airlangga menyapa pendiri Gojek yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Para hadirin pun memberikan tepuk tangan mengapresiasi Nadiem sebagai pionir GOTO.
Setelah tepuk tangan selesai, Airlangga melontarkan candaanya pada Nadiem.
“ Ini menteri yang laporannya harus lapor lagi karena ada peningkatan aset hari ini,” ujar Airlangga seraya tersenyum, dikutip dari Kanal YouTube Indonesia Stock Exchange, Senin 11 April 2022.
Nadiem adalah salah satu pendiri Gojek yang sekarang sudah merger dengan Tokopedia menjadi GoTo.
Airlangga mengungkapkan bahwa pencatatan saham perdana GoTo di saat initial public offering (IPO), permintaan atas sahamnya mengalami oversubscribed.
“ GOTO go public dengan market cap Rp400 triliun. GoTo melantai di Bursa dengan kapitalisasi pasar nomor 4 se-Indonesia,” ungkap Airlangga.
Menurutnya, yang menarik juga dalam IPO GoTo adalah adanya penawaran saham gotong-royong sebanyak 310 miliar bagi para mitra GoTo.
“ Ini salah satu yang pertama yang dilakukan di Indonesia. Kita selain GoTo, kita juga mengapresiasi kepada UMKM. Karena ini adalah pertemuan superaplikasi dengan marketplace,” jelasnya.
Airlangga juga menuturkan nilai ekonomi digital di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Tercatat pada 2021 nilai ekonomi digital di Indonesia sekitar US$70 miliar dan diperkirakan di 2025 mencapai US$146 miliar.
" Diharapkan jumlah start up terus meningkat dan hari ini GoTo go public dengan market cap sekitar Rp400 triliun, ini langsung melonjak mungkin di antara kapitalisasi nomor empat se-Indonesia," pungkasnya.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?