7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Beritikaf (Foto: Sutterstock)
Dream - Di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, melakukan itikaf sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW juga melakukan itikaf di sepanjang malam-malam tersebut.
Untuk beritikaf dengan baik, Imam Al Ghazali menyebutkan ada delapan adab itikaf, dikutip dari NU Online berikut adab-adabnya:
Pertama, terus-menerus berdzikir. Berdzikir kapada Allah bisa dengan banyak membaca kalimat thayyibah ((لا اله الا الله, tasbih (سبحان الله), istighfar (استغفر الله العظيم), syukur (الحمد لله), dan sebagainya.
Kedua, penuh konsentrasi. Dalam berdzikir, hendaknya kita bisa memusatkan pikiran secara penuh atau yang lebih dikenal dengan konsentrasi.
Ketiga, tidak bercakap-cakap. Kita sepenuhnya dianjurkan untuk memusatkan kesadaran hanya kepada Allah, sehingga komunikasi dengan manusia sebaiknya dihindari kecuali ada keperluan mendesak.
Keempat, selalu berada di tempat. Tempat itikaf adalah masjid. Hendaknya kita tetap berada di dalam ruangan masjid yang digunakan untuk itikaf seperti. Jika ada keperluan lain, kita boleh meninggalkannya untuk kemudian kembali ke tempat semula.
Kelima, tidak berpindah-pindah tempat. Di dalam masjid kita sebaiknya tidak berpindah-pindah tempat. Hendaknya kita beribadah di tempat yang sama.
Keenam, menahan keinginan nafsu. Di dalam masjid sewaktu beritikaf, kita sebaiknya fokus pada ibadah yang sedang kita lakukan dan tidak membiarkan pikiran kemana-mana.
Ketujuh, menahan diri dari kecenderungan menuruti nafsu. Di dalam masjid mungkin setan menggoda agar kita segera mengakhiri itikaf dengan alasan yang macam-macam seperti ingin segera istrirahat. Kita harus tahan dari berbagai godaan itu.
Kedelapan, menaati perintah Allah SWT. Dalam beritikaf kita tetap harus taat kepada Allah dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang seperti lebih memilih itikaf daripada melakukan shalat fardhu. Hukum itikaf adalah sunnah, sedang shalat fardhu hukumnya wajib.
Apakah Sahabat Dream berencana untuk melakukan itifak di 10 malam terakhir Ramadan? Begitulah adab itikaf menurut Imam Al Ghazali.
Berikut ini jadwal buka 13 Ramadan 1443 H atau 15 April 2022 untuk kota Jakarta dan 4 kota lainnya.




Jadwal buka di seluruh kota Indonesia juga bisa diakses di laman Kementerian Agama.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?