Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan Era Soeharto, JB Sumarlin (tengah), Meninggal Dunia. (Foto: Shutterstock)
Dream - Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, JB Sumarlin, meninggal dunia, Kamis 6 Februari 2020. Pria bernama lengkap Johannes Baptista Sumarlin itu mengembuskan napas terakhir pada usia 87 tahun.
" Beliau meninggal dunia di RS Carolus," kata Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, Nufransa Wira Sakti, dikutip dari Liputan6.com.
Jenazah akan disemayamkan di rumah duka MRCC Siloam Semanggi, lantai 36 pada pukul 18.00 WIB. Rencana akan dimakamkan di San Diego Hills pada Senin 10 Feb 2020.
JB Sumarlin lahir di Blitar, Jawa Timur, 7 Desember 1932. Dia mengenyam pendidikan S-1 Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar sarjana pada 1958.
Dia menempuh pendidikan S-2 di Universitas California, Amerika Serikat, dan mendapatkan gelar Master of Arts pada 1960. Pendidikan S-3 ditempuh di Universitas Pittsburg, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar doktor pada 1968.
Perjalanan karir di Kementerian Keuangan dirintis sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987. Pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim. Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan.
Pada 1970-1998, JB. Sumarlin banyak berperan dalam pusat kebijakan ekonomi dan keuangan. Penghargaan yang diraih atas Pengabdiannya yaitu Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney dan tahun 1990 oleh majalah Asia, Bintang mahaputra Adiprana III (1973), dan pernah pula meraih Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975.
(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya