Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @luhut.pandjaitan
Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di Indonesia. Bahkan sang calon raja ini ingin segera menandatangani naskah kerja sama investasi.
Kabar ketertarikan Pangeran Muhammad bin Salman berinvestasi itu disampaikan Luhut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi beberapa waktu lalu.
“ Dari Crown Prince Muhammad bin Salman (MBS) sangat cepat gerakannya sehingga tadi kami laporkan apa yang harus kita lakukan," ujar Luhut dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Rabu, 9 Maret 2022.
Menurut Luhut, Muhammad bin Salman menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama dalam beberapa proyek, salah satunya pembangunan ibu kota negara (IKN). Arab Saudi juga menyampaikan ketertarikannya untuk menyuplai minyak mentah untuk industri petrokimia, hingga pengembangan mangrove dan terumbu karang.
" Juga tadi mereka masuk dalam sovereign wealth fund kita. Jadi PIF (The Public Investment Fund) mereka akan masuk di berbagai macam proyek," terangnya.
Mendengar laporan tersebut, lanjut Luhut, Presiden memerintahkan untuk membentuk satuan tugas untuk mempercepat realisasi investasi Saudi. Tim tersebut akan langsung bekerja dan berkomunikasi dengan pihak Arab Saudi.
Tim Satgas ini akan berangkat kembali ke Riyadh untuk merundingkan berbagai hal teknis dengan pihak Saudi.
“ Kita berharap mungkin satu-dua minggu setelah itu pihak Riyadh akan datang kemari untuk nanti membicarakan teknis setiap proyek dan melihat potensi proyeknya,” ungkapnya.
Muhammad bin Salman juga telah menyampaikan pada Luhut bahwa ia akan datang dua kali ke Indonesia tahun ini.
" Pertama sebelum G20 dan itu berharap akan nanti bisa tanda tangani semua item proyek itu dengan pemerintah Indonesia, dan kemudian kunjungan kedua beliau akan datang untuk menghadiri G20,” tambahnya.
Selain itu, Luhut bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga turut mendampingi Presiden Jokowi menerima kedatangan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair.
Menurut Luhut, kehadiran Tony Blair untuk membantu mengomunikasikan banyak hal karena ia juga merupakan utusan khusus dari Pemerintah Inggris untuk Timur Tengah.
“ Beliau banyak tadi memberikan komentar pada Presiden setelah tadi presentasi kami berikan di kantor pada siang hari bahwa apa yang dibuat Indonesia sekarang ini betul-betul on the right track yaitu dengan hilirisasi, dengan digitalisasi, dengan pembangunan ibu kota baru yang link dengan tadi integrated industrial park di North Kalimantan,” paparnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya