Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Presiden Turki Recep Tayyip Edogan Saat Menyambangi Jakarta (Merdeka.com)
Dream – Setelah percobaan kudeta di negara Turki, berbagai media sosial banyak memperbincangkan kinerja Recep Tayyip Erdogan yang telah membawa perekonomian Turki menjadi anggota G20, bahkan beberapa membandingkan dengan kondisi Indonesia yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.
Beberapa indikator perekonomian seperti pertumbuhan ekonomi menunjukkan Turki relatif lebih baik dibanding Indonesia, namun nilai tukar mata uang dan inflasi Indonesia ternyata lebih terkendali.
Lantas bagaimana perbandingan Indonesia dengan Turki di bawah pemerintahan kedua presiden yang diangkat menjelang akhir 2014 bila ditinjau dari indikator ekonomi? Berikut penjabaran Bareksa.
1. Pertumbuhan ekonomi
Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia dan Turki lebih unggul dibandingkan dengan perkonomian dunia yang tumbuh 2,5 persen di tahun 2015. Sejak Jokowi menjabat menjelang akhir 2014, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stagnan. Ketidakpastian ekonomi global mulai dari normalisasi Fed Rate, perlambatan Tiongkok yang merupakan salah satu mitra dagang Indonesia dan harga komoditas yang rendah mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sementara Turki, berhasil mengerek angka pertumbuhan ekonominya dari 3 persen di kuartal VI 2014 menjadi 4,8 persen di kuartal I 2016. Perekonomian Turki memang tumbuh lebih tinggi berkat ekspor yang meningkat dan perkembangan sektor pariwisata, namun sanksi ekonomi yang diberikan oleh Rusia akibat penembakan pesawat jet milik Rusia oleh Turki pada November 2015 menjadi salah satu faktor lesunya perekonomian Turki di kuartal pertama tahun ini.
Lihat penjelasan selengkapnya, baca di sini
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya