7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Wanita Ini Meraup Untung Hingga Puluhan Juta Rupiah Per Bulan Dari Es Teh. (Foto: World Of Buzz)
Dream – Pandemi Covid-19 memaksa orang-orang untuk berpikir keras mendapatkan penghasilan. Hal ini juga dialami oleh lulusan baru dan pelajar yang baru saja memasuki dunia kerja.
Mereka mengambil pekerjaan yang aman untuk mengamankan kondisi finansial pada ekonomi yang tidak menentu. Tapi, ini tidak berarti kamu tak bisa mengikuti passion untuk membuatmu bahagia.
Dikutip dari World of Buzz, Minggu, 25 Oktober 2020, seorang mahasiswa jurusan bisnis, Fatin Joe, menyebut kesukaannya adalah minum es teh. Begitu juga dengan keluarganya yang menyukai es teh.
Saat pandemi Covid-19 menyerang dan Malaysia menerapkan lockdown, Fatin belajar membuat minuman es teh sendiri. Kreasi es tehnya pun semakin baik.
“ Setelah lockdown berakhir, saya mulai menjual es teh botolan. Saya ingin semua orang mencicipi teh buatanku,” kata dia kepada World of Buzz.
Perempuan berusia 23 tahun ini juga memberikan peluang untuk merekrut agen dan distributor teh buatannya, Teatin.KL.
Kini, Fatin menjadi pengusaha sukses. Dia menjual 20-50 botol per hari. Per harinya, wanita ini meraup 200 ringgit (Rp707.400) per hari. Per bulan, Fatin mengantongi hingga 6 ribu ringgit (Rp21,23 juta) per bulan.
Dia juga merekrut lima agen sejak memulai bisnisnya sejak Maret 2020.
Fatin bekerja sebagai karyawan magang dan menjalankan bisnisnya. Agar bisa melakukan kedua hal ini, kuncinya adalah manajemen waktu.
“ Saat kembali dari bekerja, saya mulai membuat sekitar 20-50 botol untuk memenuhi pesanan pelanggan,” kata dia.
Fatin juga menggunakan penjualan di media sosial selama masa senggangnya pada akhir pekan. “ Tak ada alasan untuk berhenti,” kata dia.
Faktanya, Teatin.KL bukan bisnis pertama yang dijual Fatin. Wanita ini menjual scarf saat berusia 18 tahun. Keuntungannya pun digunakan untuk menutup uang sekolah.
“ Saya suka melakukan pekerjaan paruh waktu di perusahaan selama studi. Saya bisa mendapatkan penghasilan sendiri tanpa membebani orang tua,” kata dia.
Kemudian, masih banyak orang memandang sebelah mata bisnis yang dilakukannya. Dikatakan bahwa Fatin menyia-nyiakan gelar untuk menjual es teh.
“ Saya tak peduli pekerjaan yang dilakukan. Yang terpenting adalah memiliki passion untuk bisnis. Kamu bisa memajukan bisnis dengan pengetahuan yang dipelajari di sekolah dan universitas,” kata dia.
Lagipula, selama pandemi, tak ada salahnya masyarakat mencari alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “ Saya akan mencoba sebaik mungkin untuk berinvestasi dalam peluang inisaya perlu bekerja keras dan tidak menyerah. Abaikan apa yang dikatakan haters dan lanjutkan,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?