BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Siapa Sangka Bisnis Kerajinan Kulit Ini Berawal Dari Garasi Dan `modal Nekat`? (foto: Revolt Industry. (foto: Shutterstock)
Dream – Lima anak muda ini bermodal nekat untuk merintis bisnis kerajinan kulit. Bisnisnya ini berawal dari garasi kecil.
“ Bermodal nekat, kami berlima autodidak belajar menjahit, me-manage tim, bisnis dan keuangan. Semua dari internet,” kata Agung Dwi Kurnianto, salah satu pemilik Revolt Industry, dikutip dari keterangan tertulis Tokopedia, Kamis 28 Oktober 2021.
Bisnis ini dirintis setelah dia dan empat temannya lulus kuliah. Revolt Industry berdiri pada pertengahan 2014.
“ Revolt bisa diartikan perjuangan, perlawanan atau pemberontakan untuk bangkit, sedangkan kata Industry melambangkan sesuatu yang terus bergerak,” kata dia.
“ Bisnis kami adalah perjuangan tanpa henti untuk mengangkat produk lokal agar kita bisa bangkit bersama karena UMKM lokal adalah penggerak ekonomi nasional,” tambah Agung.
Revolt Industry pertama kali memasarkan produk lewat sebuah event di Surabaya. Penjualan mereka meledak usai mengikuti event tersebut. Namun, pada, akhir tahun 2014, tempat usaha mereka ludes terbakar dalam 15 menit.
“ Akhirnya kami mulai lagi dari nol, bahkan dapat dibilang minus,” kata dia.
Langkah awal mereka memulai bisnisnya adalah menyewa kontrakan. Lokasi ini sempat kebanjiran dan mereka sempat kerampokan.
“ Masih banyak lagi, tapi selama masih ada harapan, kami tetap melanjutkan perjuangan,” kata Agung.
“ Langkah awal dengan sewa kontrakan. Sempat mengalami kebanjiran, perampokan dan masih banyak tantangan lain, tetapi selama masih ada harapan, kami tetap melanjutkan perjuangan,” ujar Agung.
Kini, Revolt Industry mampu mempekerjakan 40 karyawan. Pandemi kemudian menjadi pukulan tersendiri. Omzet mereka anjlok hingga 80 persen.
“ Kami memutar otak agar minimal biaya operasional bisa ter-cover dan pengurangan karyawan tidak perlu dilakukan. Pertahanan paling baik adalah dengan menyerang,” ujar Agung.
Revolt Industry akhirnya menyerang dengan membuka gallery store pertama selama tujuh tahun dan dengan terus berinovasi melalui desain produk, mental manusia-manusia di dalamnya hingga kampanye seperti ‘Play Role Campaign’ untuk mengajak masyarakat membantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi dengan memakai produk lokal, namun tidak mengambil untung.
“ Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi, tidak melulu menyalahkan keadaan, tapi apa yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri maupun sekitar,” kata dia.
Ada 10 persen dari penjualan disumbangkan ke yayasan. UMKM Surabaya, Jawa Timur, itu juga turut serta dalam aksi di Surabaya dan sekitarnya untuk membantu masyarakat yang kelaparan.
Platform digital seperti Tokopedia menjadi harapan Revolt Industry untuk bertahan terutama selama pandemi. Tokopedia, menurut Agung, sangat memudahkan mengelola bisnis.
“ Hanya dari depan laptop, kita bisa mendekorasi toko, mengatur buka tutup toko, stok, hingga menganalisis pasar,” kata dia.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
