7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pemberdayaan Perempuan Bisa Dilakukan Melalui Ekonomi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Menjadi perempuan bukan halangan untuk tetap berkarya. Banyak perempuan inspiratif yang bisa dijadikan role model untuk tetap konsisten dalam berkarya serta percaya diri dalam berkarier.
Irma Sustika merupakan salah satu perempuan inspiratif yang berhasil mengembangkan Womenprenuer Community.
Berawal dari keresehan karena melihat perempuan tidak memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih produktif, Irma berinisiatif mendirkan komunitas yang berfokus pada pemberdayaan dan pengembangan perempuan secara ekonomi.
“ Sebetulnya agak norak ya alasannya, karena saya sebel sama perempuan, awalnya saya kesal dan sebal kenapa? Karena saat itu saya melihat banyak sekali perempuan yang membuang waktu produktif mereka di rumah,” ujar Irma dalam acara virtual " ShopeePay Talk: Kiprah Sukses Para Perempuan Hebat di Balik Bisnis & Industri”, Rabu 17 Maret 2021.
Berawal hanya dari grup sosial media Facebook hingga pada 2013 grup ini resmi menjadi komunitas tersendiri. Komunitas ini memfokuskan diri pada pemberdayaan ekonomi perempuan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Pemberdayaan dilakukan dengan membangun konsep edukasi dengan menciptkan sistem inkubasi bisnis bagi perempuan. Menariknya, program ini berhasil menghasilkan 1100 brand lokal.
“ Selama durasi empat bulan kita bimbing dengan praktisi-praktisi yang berpengalaman. Pada tahun 2015 kami sudah coba masuk pasar Amerika dengan mengikuti pameran di New York, lalu 2017 kita ikut pameran di Swiss," kata founder Karya Perempuan Indonesia Womanpreneur Community ini.
Perempuan yang juga menjabat sebagai CEO ISF Consulting ini mengungkapkan dirinya ingin mendorong perempuan untuk membangun UKM yang berkelas serta berkelanjutan, bukan sekedar UKM yang asal jalan.
“ Jadi, ayo, temen-temen jangan sekedar ngisi usaha aja terus udah, tapi apa dan bagaimana bisnis temen-temen bisa berkelanjutan,” kata dia.
Selain itu Irma juga merasa problem perempuan dalam membangun bisnis adalah kurangnya rasa percaya diri dan cepat merasa puas. Sikap ini membuat perempuan takut untuk memiliki impian besar.
Irma mendorong setiap perempuan untuk berani bermimpi dan menjadi role model bagi perempuan lainnya.
“ Bangunlah jalan impian yang ingin kita capai, pikirkan dan ciptakan dampak bagi yang lain. Perempuan bagaikan sekoci bagi keluarga, jadilah sekoci dan berdayalah secara ekonomi,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?