Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anies Baswedan (Antara/ Wahyu Putro)
Dream - Anies Baswedan mengatakan, pertemuannya dengan Habib Rizieq Shihab dalam diskusi yang digelar oleh Front Pembela Islam (FPI) sebagai pertemuan biasa. Sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Anies mendatangi berbagai kelompok masyarakat di Ibukota, termasuk FPI.
“ Saya bekeliling ke mana-mana. Saya berkunjung banyak tempat, masyarakat Katolik, PGI, Muhammadiyah, termasuk diundang FPI,” kata Anies, saat berkunjung ke kantor KLN Network, Jakarta, Selasa Januari 2017.
Ikuti berita Anies Baswedan di Liputan6.com
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 tersebut menempatkan FPI seperti warga Jakarta lainnya. Tak ada perbedaan antarkelompok. “ Semua berhak berbicara dengan calon gubernurnya.”
Menurut Anies, diskusi yang digelar oleh FPI saat itu sangat serius. Mereka membahas permasalahan Ibukota, di antaranya tentang reklamasi Teluk Jakarta, dengan pembicara bergelar prosesor doktor.
Menurut Anies, dalam makalah 13 halaman –dengan 6 lembar catatan kaki– yang disampaikan oleh sang narasumber, menandakan FPI tak main-main membahas masalah ini.
“ Maka semua yang dikutip ini punya referensi. Serius tidak ada spekulasi yang dimasukkan,” tutur dia.
© Dream
Dalam pertemuan itu pula Anies ditanya sejumlah hal. Termasuk isu yang menudingnya sebagai pengikut kelompok Syiah, Jaringan Islam Liberal (JIL), hingga Wahabi.
“ Saya jawab, saya Ahlus Sunah Wal Jamaah. Saya bukan Syiah, JIL, dan Wahabi,” kata pria yang berpasangan dengan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI itu.
Dalam pertemuan itu pula Anies menyebut bahwa namanya tak tercantum di dalam buku 52 tokoh Liberal di Indonesia. Dengan demikian, semua tudingan itu tidaklah benar.
“ Pakarnya saja tak memasukkan saya di situ. Karena rektor Paramadina, saya diasosiasikan JIL. Rektor pertama Muhammad Sohibul Iman, PKS,” tutur dia.
© Dream
Mendengar klarifikasi itu, kata Anies, semua yang hadir di dalam diskusi tersebut tertawa. “ Syiah ini musuhnya Wahabi, bagaimana saya disebut Syiah dan Wahabi. Ini mesin fitnah luar biasa.”
Anies pun menyayangkan adanya kalangan yang marah dengan pertemuan tersebut. Apalagi, ada ayang menudingnya telah merobek telur kebangsaan hanya karena pertemuan itu.
“ Saya disebut robek telur kebangsaan, di mana saya merobek. Suka atau tidak suka itu ormas legitimate,” tutur Anies.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya