Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kaum perempuan di Indonesia kerap menghadapi tantangan, terutama dalam menjalankan peran ganda di rumah dan di tempat kerja.
Walaupun perubahan budaya dan teknologi telah membuka peluang, masih banyak perempuan masih membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar dan masyarakat luas untuk bisa berkarya.
Seperti yang diungkapkan aktivis gender, Tunggal Pawestri. Menurutnya, dukungan dari keluarga, kerabat, serta orang-orang di lingkungan sekitar memainkan peranan penting sebagai support system bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri.
" Hambatan itu ada dua internal dan eksternal," ujar Tunggal di Cocowork Plaza Kuningan, dalam acara talkshow di Jakarta Selatan, 12 April 2019.
" Internal itu kurang percaya diri, tidak berani tampil ke publik, dan kurang berani eksplorasi hal-hal baru yang baru, maka dari itu dibutuhkan support system untuk mendorong perempuan dapat percaya diri," tambah dia.
Tunggal menjelaskan hambatan lainnya yang bersifat eksternal yaitu akses informasi dan pengetahuan. Literasi digital pada perempuan di Indonesia ternyata masih sangat rendah dan ini jadi pemicu sulitnya mereka berkarya secara optimal.
" Pengguna internet sebagian besar memang perempuan, namun itu hanya di daerah urban saja, bagaimana di daerah-daerah terpencil?," katanya.
Untuk itu, kontribusi dari berbagai pihak terkemuka seperti pemerintah Indonesia dan sektor swasta juga harus mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Sementara, dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini, Shopee menghadirkan kampanye#UntukPerempuan dalam mendukung perempuan dapat menjalankan hak yang sama seperti laki-laki.
" Kami berharap dapat menginspirasi para perempuan Indonesia untuk berani mengambil langkah dan menjadi diri sendiri dalam berkarya sesuai dengan minatnya," ujar Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee Indonesia.
Shopee juga menghadirkan Kreasi Nusantara Cantik, yaitu ruang bagi perempuan untuk dapat menjual hasil karyanya. Mulai dari pakaian dan produk-produk kecantikan, dengan potongan harga 50% mulai dari 16 hingga 23 April 2019.
Laporan Tri Yuniwati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya