Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang gadis berusia 13 tahun di Tiongkok menghabiskan uang 449.500 yuan atau sekitar Rp949 juta karena kecanduan game online. Uang itu dicuri dari ibunya untuk membayar game aplikasi selama empat bulan.
Siswa sekolah menengah yang tidak disebutkan namanya itu berasal dari provinsi Henan di China.
Ibu gadis itu, yang bermarga Wang, baru mengetahui uangnya hilang ketika seorang guru yang khawatir dengan kondisi muridnya menceritakan perilaku putrinya. Dia memberi tahu Wang bahwa putrinya kecanduan game online karena banyak menghabiskan waktu di sekolah hanya untuk bermain ponsel.
Mengutip laman Elephant News. Wan yang terkejut dengan informasi dari sang guru segera memeriksa rekening tabungan banknya. Dia syok ketika mengetahui saldo yang tersisa hanya 0,5 yuan atau Rp1.039.
Dalam video viral yang diunggah sebuah laporan berita, Wang sempat membolak-balik laporan bank yang merinci setiap transaksi yang dilakukan putrinya untuk membayar game online.
Ketika ayahnya mengkonfirmasi tentang saldonya tersebut, putrinya mengaku telah menghabiskan 120.000 yuan untuk membeli game, 210.000 yuan untuk pembelian dalam game, dan 100.000 yuan untuk membeli game setidaknya untuk 10 teman sekelasnya.
“ Ketika mereka (teman-teman) meminta saya untuk membayar game mereka, saya membayar meskipun merasa enggan,” gadis itu menjelaskan dalam video tersebut.
Gadis itu berkata bahwa dia tidak mengerti banyak tentang uang ibunya atau dari mana asalnya. Ketika dia menemukan kartu debit di rumah, dia hanya menghubungkannya ke smartphone miliknya.

Dia juga mengingat ibunya memberi tahu kata sandi kartunya jika gadis itu membutuhkan uang saat orangtuanya tidak ada.
Meskipun takut dengan permintaan teman sekelasnya untuk membeli game, gadis ini mengatakan juga takut untuk mencari bantuan dari gurunya.
“ Orang tuaku akan tahu dan marah,” kata gadis itu.
Wang mengatakan putrinya telah menghapus semua catatan transaksi di ponselnya, jadi dia tidak tahu apa-apa sampai guru memanggilnya.
Sumber: South China Morning Post
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya