7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Keluarga Ini Tolak Pindah Rumah, Meski Ditawari Uang Rp491 Miliar Oleh Pengembang (Foto: YouTube 7News Australia)
Dream - Keluarga Zammit yang tinggal di Sidney, Australia, tetap menolak menjual tanah dan rumah mereka kepada pengembang, meski ditawari uang sebesar AUD50 juta atau sekitar Rp491 miliar.
Keluarga Zammit memilih terus hidup di tanah seluas lima hektare, meskipun ada godaan uang dan tekanan dari pengembang yang telah mengubah sekeliling rumahnya menjadi properti perumahan.
Dikutip dari Oddity Central, rumah keluarga Zammit tampak seperti replika miniatur Central Park New York jika dilihat dari atas. Dan seperti sebuah oasis hijau yang dikelilingi deretan rumah abu-abu yang hambar.

Keluarga Zammits tidak berniat untuk pindah meskipun mereka mengakui bahwa daerah tersebut tidak seindah dulu.
“ Dulunya adalah tanah pertanian yang dihiasi dengan rumah dan pondok bata merah kecil,” kata Diane Zammit yang berusia 50 tahun kepada Daily Mail.
“ Setiap rumah itu unik dan ada begitu banyak ruang, tapi sekarang tidak lagi. Itu tidak sama,” lanjutnya.
Properti milik keluarga Zammit seluas 5 hektare itu bernilai sekitar US$3 juta pada 11 tahun yang lalu, berdasarkan harga rumah tetangga pada tahun 2012.
Sikap keluarga ini mendapat pujian dari agen real estate lokal dan tetangga mereka, yang senang memiliki oasis hijau di lingkungan ramai mereka.
“ Saya sangat senang mereka menolak untuk menjual, itu berarti kami memiliki cul-de-sac yang jauh lebih aman untuk anak-anak kami, dan halaman luas mereka di sebelah kami membuat kami merasa memiliki begitu banyak ruang,” kata seorang tetangga.
“ Tetangga kami tidak mendapatkannya karena rumah-rumah lain sangat berdekatan. Kami sangat berterima kasih! Saya harap mereka tetap tinggal,” lanjutnya.
Sebuah video timelapse yang menunjukkan perubahan area di rumah tersebut pun viral. Di mana rumah keluarga Zammit tetap eksis, sementara di sekelilingnya mengalami perubahan dari tanah pertanian, dirombak menjadi tanah coklat hingga dibangun perumahan dengan atap abu.
This house in Australia has continually rejected offers for purchase, most recently a $50 million dollar offer, per 7News: pic.twitter.com/jCtxOMTCn6
— unusual_whales (@unusual_whales)May 7, 2023
" Fakta bahwa kebanyakan orang menjual habis bertahun-tahun yang lalu, orang-orang ini bertahan, semua pujian untuk mereka," kata Taylor Bredin, seorang agen real estat, kepada 7News.
Dia memperkirakan bahwa tanah itu cukup besar untuk 50 rumah berukuran 3.200 kaki persegi dan masing-masing akan bernilai 1 juta dolar Australia, atau hampir US$700.000.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?