Senin, 19 Oktober 2026 Cari

Ditegur Kemenhub Soal 19 Pesawat Citilink Bermasalah, Ini Jawab GMF AeroAsia

Reporter : Alfi Salima Puteri
Senin, 27 Desember 2021 15:45
Ditegur Kemenhub Soal 19 Pesawat Citilink Bermasalah, Ini Jawab GMF AeroAsia
Kemenhub meminta Citilink dan GMF AeroAsia segera memperbaiki kondisi pesawat sebelum siap diterbangkan.

Dream - Kementerian Perhubungan melayangkan teguran kepada maskapai Citilink Indonesia dan GMF AeroAsia. Dalam pengawasan, mulai audit, inspeksi, monitoring, dan suveillance, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menemukan 19 pesawat bermasalah yang dioperasikan.

VP Corporate Secretary & Legal GMF, Rian Fajar Isnaeni, menyatakan bahwa pihaknya telah memastikan seluruh pesawat Citilink yang di-release telah dinyatakan layak terbang.

" GMF telah memenuhi requirements sebagaimana tercantum dalam dokumen minimum equipment list (MEL) milik operator, yakni Citilink, yang telah dikeluarkan oleh pabrikan pesawat terbang dan disetujui oleh otoritas setempat," jelas Rian dikutip dari Merdeka.com, Senin 27 Desember 2021.

Dalam surat tegurannya, Kemenhub menemukan pesawat A320 Citilink dioperasikan dari tanggal 1 sampai dengan 17 Desember 2021 dengan dummy brake assy nomor 2 yang masih terpasang di PK-GQJ.

Di mana agar pesawat tersebut dapat diterbangkan dilakukan open HIL (hold item list) Brake Assy No 2 due to NIL Spare (MEL Cat. C) dan Extension HIL Brake yang disetujui Chief Inspector Citilink.

1 dari 2 halaman

Dari status HIL tanggal 13 Desember 2021, terdapat 19 pesawat A320 Citilink yang mengalami open HIL Brake. Surat teguran dari Kemenhub ini diteken pada 22 Desember 2021 dan diteken Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Dadun Kohar.

Kemenhub meminta GMF AeroAsia segera memperbaiki HIL Brake di 19 pesawat A320 Citilink. Perseroan juga diminta segera melakukan review terhadap status Hold Item List atau HIL dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2021 untuk memastikan closing HIL benar-benar sesuai.

Menanggapi teguran tersebut VP Corporate Secretary & CSR Citilink Diah Suryani mengungkapkan jika GMF dan Citilink mengapresiasi perhatian DKPPU yang memastikan kelaikudaraan pesawat terbang dan lalu lintas udara yang aman.

" Kami terus melakukan koordinasi erat dan mempercayakan seluruh pemeliharaan pesawat kepada GMF sebagai penyedia jasa pemeliharaan pesawat untuk bersama-sama memastikan seluruh pesawat Citilink yang dalam pemeliharaan (maintenance) memenuhi standar keselamatan penerbangan yang telah ditetapkan," jelas dia.

GMF dan Citilink juga senantiasa mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk patuh dalam mengikuti seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh regulator mengenai kriteria airwothiness pesawat ketika akan beroperasi.

2 dari 2 halaman

Dalam dunia penerbangan, HIL mengacu pada sejumlah pekerjaan spesifik yang harus dilakukan operator untuk memperbaiki aspek teknis tertentu di pesawat. Adapun persoalan yang diidentifikasi meliputi kerusakan pada rotor, macet, meleleh, hingga kelebihan temperatur.

Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, menjelaskan, secara sederhana hasil audit Kemenhub terhadap pesawat Citilink adalah tentang penyimpangan dalam perawatan rem roda pesawat. Di mana seharusnya itu tidak laik untuk dipakai atau dioperasikan.

Dampaknya, ketika pesawat itu mendarat dengan kecepatan tinggi, dan pilot menggunakan rem, rem itu menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga laju pesawat berpotensi tidak terkendali baik itu arahnya maupun jarak untuk berhentinya.

" Sehingga ada potensi pesawat itu keluar landasan. Hal ini terjadi belasan kali, pada belasan pesawat, sehingga menunjukan ada permasalahan yang sistemik di sana yaitu masalah yang berulang," kata Alvin saat dihubungi merdeka.com.

Beri Komentar