Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Keuangan Syariah Menggeliat di Negara Bekas Soviet

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 22 Oktober 2018 15:42
Keuangan Syariah Menggeliat di Negara Bekas Soviet
Negara ini sedang dalam perjalanan untuk menjadi pusat keuangan syariah di semua wilayah.

Dream – Pertumbuhan keuangan syariah di negara bekas Uni Soviet menyedot perhatian industri perbankan syariah. Salah satunya adalah Kazakhstan.

Negara ini sedang dalam perjalanan untuk menjadi pusat keuangan syariah di semua wilayah. Terutama saat Pusat Keuangan Internasional Astana (Astana International Financial Center), meluncur pada Juli 2018.

Dikutip dari Gulf Times, Senin 22 Oktober 2018, pusat keuangan ini memiliki fokus di beberapa bidang ekonomi syariah, seperti manajemen aset, bank syariah, pasar modal, dan financial technology keuangan syariah.

Selain Kazakhstan, keuangan syariah juga menjamah Uzbekistan. Di tahap awal, pemerintah Uzbekistan membuat framework (kerangka kerja) untuk perbankan dan keuangan syariah. Tujuannya agar bisa menggenjot keuangan syariah dan menjaring investor syariah dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Untuk membuat kerangka kerja ini, pemerintah Uzbekistan bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB).

Lalu, pada September 2018, IDB merilis kemitraan senilai US$1,3 miliar (Rp19,74 triliun) hingga 2021. Kemitraan ini mendanai sejumlah proyek dengan pembiayaan syariah, seperti modernisasi infrastruktur dan menggenjot produktivitas pertanian. Kerja sama itu juga meliputi pembiayaan UKM dengan instrumen keuangan syariah, termasuk crowdfunding halal dan keuangan mikro.

Tak hanya itu, anak usaha IDB, Islamic Corp for Development of The Private Sector, juga bekerja sama dengan sejumlah di Uzbekistan, termasuk perjanjian pembiayaan senilai US$7,5 juta (Rp113,91 miliar) untuk Asaka Bank, Turon Bank, HamkorBank, Kapitalbank, dan Asia Alliance Bank. Ada juga kerja sama dengan Trustbank dan InFinBank pada Juli tahun ini.

Negara pecahan Soviet berikutnya yang membuka pintu untuk keuangan syariah adalah Kyrgystan. Langkah awalnya, Kyrgystan memulai dengan pembiayaan komunitas halal dan keuangan mikro.

Pada Juli 2018, Bank Sentral Kyrgystan bekerja sama dengan IDB untuk mengundang investor berpartisipasi dalam pembukaan bank syariah full fledged pertama di sana. Hal ini diungkapkan oleh Kyrgystan Investment and Promotion and Protection Agency. Dikabarkan Al Baraka Bank Group dari Bahrain telah bermitra dengan BTA Bank yang berpusat di Bishkek, Kyrgystan.

1 dari 1 halaman

Kondisinya Berbeda di Rusia

Situasi ini berbeda di Rusia. Berdasarkan media lokal, pembiayaan syariah di Rusia, The Partnership Banking Center di Tatarstan—daerah Muslim mayoritas di Rusia, tutup. Setelah dua tahun berjalan, instansi pembiayaan ini berhenti beroperasi.

Dikabarkan bank pembiayaan ini terkena masalah likuiditas dan faktor eksternal, yaitu skandal fraud dari induk perusahaan Tatagoprombank.

Secara keseluruhan, hal ini menjadi kemunduran besar bagi Bank of Russia. Ya, bank ini ingin membuat proyek contoh dalam peta jalan pembangunan yang berkelanjutan.

Contoh lainnya, rencana bank Sberbank mendirikan unit usaha syariah di Kazan, Tatarstan, Rusia, juga belum ada kabar. Dikabarkan juga Badr Forte Bank, Amal Financial House, Bank Bulgar, Bank Ellips, dan Express Bank gagal mendirikan anak usaha syariah.

Para ahli menyebut keuangan syariah sulit masuk ke Rusia karena belum ada kerangka hukum keuangan syariah. Ada juga yang mengatakan belum ada permintaan yang besar akan keuangan syariah. Kondisi ini mengingat hanya ada 7 juta penduduk Muslim dari total penduduk Rusia yang sebanyak 145 juta. 

Beri Komentar