Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keuangan Syariah Diterima Di Negara Pecahan Uni Soviet. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pertumbuhan keuangan syariah di negara bekas Uni Soviet menyedot perhatian industri perbankan syariah. Salah satunya adalah Kazakhstan.
Negara ini sedang dalam perjalanan untuk menjadi pusat keuangan syariah di semua wilayah. Terutama saat Pusat Keuangan Internasional Astana (Astana International Financial Center), meluncur pada Juli 2018.
Dikutip dari Gulf Times, Senin 22 Oktober 2018, pusat keuangan ini memiliki fokus di beberapa bidang ekonomi syariah, seperti manajemen aset, bank syariah, pasar modal, dan financial technology keuangan syariah.
Selain Kazakhstan, keuangan syariah juga menjamah Uzbekistan. Di tahap awal, pemerintah Uzbekistan membuat framework (kerangka kerja) untuk perbankan dan keuangan syariah. Tujuannya agar bisa menggenjot keuangan syariah dan menjaring investor syariah dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Untuk membuat kerangka kerja ini, pemerintah Uzbekistan bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB).
Lalu, pada September 2018, IDB merilis kemitraan senilai US$1,3 miliar (Rp19,74 triliun) hingga 2021. Kemitraan ini mendanai sejumlah proyek dengan pembiayaan syariah, seperti modernisasi infrastruktur dan menggenjot produktivitas pertanian. Kerja sama itu juga meliputi pembiayaan UKM dengan instrumen keuangan syariah, termasuk crowdfunding halal dan keuangan mikro.
Tak hanya itu, anak usaha IDB, Islamic Corp for Development of The Private Sector, juga bekerja sama dengan sejumlah di Uzbekistan, termasuk perjanjian pembiayaan senilai US$7,5 juta (Rp113,91 miliar) untuk Asaka Bank, Turon Bank, HamkorBank, Kapitalbank, dan Asia Alliance Bank. Ada juga kerja sama dengan Trustbank dan InFinBank pada Juli tahun ini.
Negara pecahan Soviet berikutnya yang membuka pintu untuk keuangan syariah adalah Kyrgystan. Langkah awalnya, Kyrgystan memulai dengan pembiayaan komunitas halal dan keuangan mikro.
Pada Juli 2018, Bank Sentral Kyrgystan bekerja sama dengan IDB untuk mengundang investor berpartisipasi dalam pembukaan bank syariah full fledged pertama di sana. Hal ini diungkapkan oleh Kyrgystan Investment and Promotion and Protection Agency. Dikabarkan Al Baraka Bank Group dari Bahrain telah bermitra dengan BTA Bank yang berpusat di Bishkek, Kyrgystan.
Situasi ini berbeda di Rusia. Berdasarkan media lokal, pembiayaan syariah di Rusia, The Partnership Banking Center di Tatarstan—daerah Muslim mayoritas di Rusia, tutup. Setelah dua tahun berjalan, instansi pembiayaan ini berhenti beroperasi.
Dikabarkan bank pembiayaan ini terkena masalah likuiditas dan faktor eksternal, yaitu skandal fraud dari induk perusahaan Tatagoprombank.
Secara keseluruhan, hal ini menjadi kemunduran besar bagi Bank of Russia. Ya, bank ini ingin membuat proyek contoh dalam peta jalan pembangunan yang berkelanjutan.
Contoh lainnya, rencana bank Sberbank mendirikan unit usaha syariah di Kazan, Tatarstan, Rusia, juga belum ada kabar. Dikabarkan juga Badr Forte Bank, Amal Financial House, Bank Bulgar, Bank Ellips, dan Express Bank gagal mendirikan anak usaha syariah.
Para ahli menyebut keuangan syariah sulit masuk ke Rusia karena belum ada kerangka hukum keuangan syariah. Ada juga yang mengatakan belum ada permintaan yang besar akan keuangan syariah. Kondisi ini mengingat hanya ada 7 juta penduduk Muslim dari total penduduk Rusia yang sebanyak 145 juta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya