Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Inditex.com
Dream - Daftar perusahaan internasional yang cabut dari Rusia bertambah. Zara, Paypal, dan Samsung, juga dilaporkan telah masuk dalam daftar tersebut. Mereka menangguhkan perdagangan di Rusia setelah negara itu menginvasi Ukraina.
Menurut BBC, pemilik ritel pakaian Zara, Inditex, sudah menutup semua 502 tokonya di Rusia. Selain Zara, masih ada merek Bershka, Stradivarius, dan Oysho yang ditutup sejak hari Minggu.
" Dalam keadaan saat ini Inditex tidak dapat menjamin kelangsungan operasi dan kondisi komersial di Rusia dan untuk sementara menangguhkan aktivitasnya," kata pemilik perusahaan Zara.
Penutupan toko-toko pakaian tersebut diperkirakan akan berdampak pada lebih dari 9 ribu karyawan Inditex yang bekerja di Rusia.
Sementara itu, Samsung yang merupakan pemasok utama ponsel pintar di Rusia telah menangguhkan pengiriman produk-produknya. Samsung menyebut alasannya karena perkembangan geopolitik.
Aplikasi jasa pembayaran Paypal menyatakan agresi militer yang kejam di Ukraina sebagai alasan untuk menutup layanannya di negara tersebut.
Paypal telah menutup layanan di Rusia, tetapi perusahaan mengatakan masih akan memberikan izin untuk penarikan dana dalam jangka waktu tertentu.
Perusahaan memastikan bahwa saldo masyarakat Rusia dapat diambil sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Sebelumnya, pemerintah Ukraina telah meminta Paypal untuk keluar dari Rusia dan membantu para pejabatnya dengan melakukan penggalangan dana. Bisnis milik Spanyol itu mengatakan kepada BBC bahwa mereka sedang menyusun rencana untuk mendukung Ukraina.
Adam Cochrane, seorang analis di Deutsche Bank Research, mengatakan bahwa kesulitan logistik dan kelemahan mata uang Rubel juga menjadi alasan utama banyak merek cabut dari Rusia.
Hal itu mengakibatkan kenaikan harga yang besar bagi konsumen Rusia.
" Itu akan membuat operasi menjadi sulit bagi semua pengecer yang mengimpor ke Rusia," ujar Cochrane.
Merek global lainnya yang sudah menutup operasi di Rusia antara lain, Apple, H&M, Ikea, Rolls Royce, Burberry, Jaguar Land Rover, General Motors, Aston Martin, hingga Netflix
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya