Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Erick Thohir (Foto: Merdeka.com/Erwin Yohanes)
Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku mengetahui perasaan para pekerja migran yang bekerja di negeri orang. Meski dengan status yang berbeda, masih banyak orang asing yang meremehkan kemampuan seorang pegawai dari negara lain.
Pengakuan itu disampaikan Erick saat menghadari acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Dalam acara tersebut, Erick Thohir menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi seorang pekerja migran Indonesia di Amerika Serikat dan Itali. Tentu saja posisi Erick bukan bekerja seperi para pekerja migran pada umumnya.
Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Eknomi Nasional itu menjabat sebagai pemilik dari klub basket di AS dan klub sepakbola di Italia. Untuk diketahui, Erick pernah menjadi pemilik sahan terbesar klub sepakbola terkenal Italia, Inter Milan.
Meski dengan jabatan pemilik klub, tak lantas Erick mendapat perlakuan istimewa. Erick mengaku sering dipandang sebelah mata.
" Saya juga pernah jadi pekerja migran, waktu mengurus klub basket di Amerika Serikat dan klub sepak bola di Italia. Jadi saya sebetulnya ikut merasakan, seperti apa kerja di luar negeri. Kadang kita suka dianggap sebelah mata, sampai mereka melihat hasil kerja kita," kata Erick di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 18 Agustus 2020.
Menurutnya, kadang-kadang pekerja migran Indonesia seakan-akan direndahkan, sebenarnya juga banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di posisi sangat tinggi di luar negeri.
Dia menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap pekerja migran Indonesia saat ini masih belum maksimal. Dia berharap semua yang membantu Kepala BP2MI memiliki visi yang sama dan kehadiran Menteri BUMN di BP2MI tidak lain hanya untuk membantu.
" Saya sangat berharap dengan kerja sama BUMN dan BP2MI ini justru kita memaksimalkan bagaimana negara bisa hadir dalam membantu para pejuang devisa yang selama ini belum maksimal," ujarnya.
Pada prinsipnya sama dengan BP2MI di mana Kementerian BUMN benar-benar harus berjalan seiring, untuk memastikan pahlawan devisa ini bisa menjadi bagian terpenting dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depannya.
Nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan BP2MI tentang Koordinasi Tugas dan Fungsi Lingkup. Dalam kerja sama tersebut, terdapat empat komitmen Kementerian BUMN dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Komitmen tersebut, antara lain Kementerian BUMN turut memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia, keberangkatan dan kepulangan mereka, remitansi bagi pekerja migran Indonesia, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro, pelatihan kewirausahaan, dan promosi produk purna pekerja migran Indonesia.
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya