Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Filantropi, Bill Gates (www.fastcompany.com)
Dream - Setiap manusia memiliki momen paling memilukan yang pernah dialami sepanjang hidupnya. Tak terkecuali bagi sosok bergelimang harta, Bill Gates.
Pemilik Microsoft sekaligus orang terkaya di muka bumi ini ternyata memiliki pengalaman memilukan yang membuatnya hatinya bersedih. Bahkan pengalaman ini membulatkan tekadnya menjadi seorang filantropi.
Mengutip laman Businessinsider, Jumat, 23 Januari 2015, Bill Gates berkisah pernah hadir dalam acara penyerahan sebuah komputer di negara miskin di Afrika. Kejadian ini berlangsung pada 1997.
" Saat itu kami berpikir membawa sebuah komputer merupakan solusi relevan untuk mengatasi masalah kekurangan pangan, kesehatan, listrik," kata Gates.
Sayang, bayangan tersebut berbanding terbalik 180 derajat. Penduduk di negara Afrika yang dikunjunginya harus membawa generator khusus hanya untuk demontrasi komputer yang dibawanya tersebut. Bahkan generator itu harus dipinjam.
" Saya yakin generator itu takkan lagi ada disana ketika saya meninggalkan kota itu," katanya.
Tak cuma momen ini yang membuatnya bertekad memerangi kemiskinan di seluruh dunia. Bill Gates bahkan pernah mengalami momen paling menyentuh hatinya.
Diceritakan istrinya, Melinda Gates, suaminya ini pernah berkunjung ke sebuah rumah sakit khusus penderita TBC di Afrika. Usai mengunjungi RS itu, Gates langsung menelepon Melinda.
" Kami sering berkomunikasi ketika dalam perjalanan. Bahkan hampir setiap hari. Namun kali ini, telepon dari Gates sungguh berbeda," ujarnya.
Gates, dikatakan Melinda, berkata dalam suara lirih kepadanya di telepon. " Karena dia melihat langsung klinik TBC dan menganggap betapa mengerikannya penderita TBC," katanya.
" Secara harfiah, Gates mengatakan ini seperti hukuman mati. Masuk ke RS tersebut seolah mendapat vonis mati," tambah Melinda.
Dengan pengalaman memilukannya ini, Gates tak hanya bertekad untuk menyumbangkan hartanya untuk satu RS. Dirinya berharap bisa membantu ribuan bahkan jutaan orang untuk keluar dari jurang kemiskinan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya