Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Barang Bekas (http://www.myhappening.com/)
Dream - Sebagai negara kaya, Arab Saudi tak hanya berlimpah emas hitam. Negara Teluk ini juga diyakini memiliki harta berupa 900 juta barang bekas. Jangan terlena dengan statusnya. Jutaan barang bekas ini ditaksir bernilai 370 miliar riyal, setara Rp 1.226 triliun.
Penelitian oleh dubizzle - situs iklan baris terkemuka di Timur Tengah dan Afrika Utara itu didukung temuan dari perusahaan riset pasar global YouGov yang mencatat ada sekitar 60 juta ponsel bekas di Saudi.
Jumlah ini lima kali lebih tinggi daripada di Uni Emirat Arab. Nilai total dari ponsel-ponsel bekas itu diperkirakan mencapai 56 miliar riyal atai Rp 185 triliun. Menurut laporan itu, jumlah tersebut dua kali lebih besar dari biaya proyek kereta api Arab Saudi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa ada lebih dari 288 juta buku bekas yang sebetulnya bisa dipakai untuk mendidik setiap warga buta huruf di India. Tidak hanya itu, Saudi juga memiliki 222 juta pakaian bekas di rumah-rumah penduduknya. Jumlah tersebut cukup untuk dibagikan bagi semua orang miskin di seluruh dunia.
" Harta karun Arab Saudi tidak terkubur di bawah pasir gurun, mereka berada di dalam rumah setiap orang. Pengguna internet di kerajaan sedang duduk di tumpukan uang tunai, yang tidak mereka sadari," kata Abdullah Al Ghadouni, manajer dubizzle untuk Arab Saudi.
Ditambahkan Al Ghadouni, setiap rumah tangga Saudi memiliki sekitar 18 buku bekas, 13 pakaian bekas dan 4 mainan bekas. Jika barang-barang tersebut dialirkan ke masyarakat dan pindah ke rumah lainnya, mereka dapat membuat dampak yang nyata dalam komunitas lokal mereka.
" Kami melakukan penelitian ini karena kami ingin orang Saudi yang memiliki koneksi internet bisa mendapat uang tambahan dengan menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai," kata Al Ghadouni.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya